Breaking News:

Sosok Harun Yahya, Gembong Kriminal dan Pelecehan Seksual, Kini Dijatuhi Hukuman 1.075 Tahun Penjara

Sosok Harun Yahya, Gembong Kriminal dan Pelecehan Seksual, Kini Dijatuhi Hukuman 1.075 Tahun Penjara

Editor: Asmadi Pandapotan Siregar
Hürriyet Daily News
Sosok Harun Yahya, Gembong Kriminal dan Pelecehan Seksual, Kini Dijatuhi Hukuman 1.075 Tahun Penjara - Adnan Oktar alias Harun Yahya bersama para wanitanya. 

Namun, tidak lama setelah kemunculan buku itu, Oktar ditahan pemerintah Turki atas tuduhan mengampanyekan revolusi teokratik.

Baca juga: Belanda Melarang Penggunaan Waruga, Ternyata Sarkofagus dari Minahasa Kuno ini Sangat Ditakuti

Baca juga: Senjata Kuno Abad ke-7 Ini Mampu Semburkan Api, Disebut-sewbu Dapat Membakar Air

Baca juga: Mabes Polri Selidiki 2 Identitas Palsu Penumpang Sriwijaya Air SJ-182, Ini Jelasnya

Baca juga: Buka-bukaan Crazy Rich Surabaya Tom Liwafa Ditanya soal Poligami, Jawabnya ini Menohok, Tegas Setia

Dia mendekam selama 19 bulan di penjara, dan 10 bulan di antaranya dihabiskan di rumah sakit jiwa karena hasil diagnosis menunjukkan bahwa Adnan Oktar mengidap gangguan kepribadian obsesif-kompulsif dan skizofrenia.

Dianggap sebagai Imam Mahdi

Namun demikian, setelah Oktar dibebaskan, kelompok yang dia dirikan terus berkembang, dan mendirikan "Science Research Foundation" (BAV) pada tahun 1990.

Tidak hanya didapuk sebagai pemimpin, banyak orang di lingkaran terdekat Oktar yang tampaknya percaya bahwa dia adalah Imam Mahdi, sosok Juru Selamat dalam Islam yang dinubuatkan akan memerintah dunia sebelum Hari Kiamat dan membersihkan dunia dari kejahatan.

Ketika Oktar mengalihkan fokusnya dari Turki ke pasar internasional pada tahun 2000-an, isu-isu yang dia bawakan juga ikut berubah.

Secara eksplisit, dia menyatakan anti Yahudi, dan mendapuk dirinya sebagai anti-Darwinis.

Oktar secara rutin menyampaikan ceramahnya melalui siaran televisi di kanal pribadinya, A9 TV.

Pada 2007, Oktar menerbitkan sebuah buku setebal 800 halaman berjudul The Atlas of Creation, yang secara tegas menolak teori evolusi Darwin.

Secara sukarela, dia mengirimkan buku seberat 6 kg itu kepada PBB, Kongres Amerika Serikat, dan departemen biologi di seluruh universitas di berbagai belahan dunia.
Punya 1.000 pacar

Halaman
1234
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved