Breaking News:

Sosok Harun Yahya, Gembong Kriminal dan Pelecehan Seksual, Kini Dijatuhi Hukuman 1.075 Tahun Penjara

Sosok Harun Yahya, Gembong Kriminal dan Pelecehan Seksual, Kini Dijatuhi Hukuman 1.075 Tahun Penjara

Editor: Asmadi Pandapotan Siregar
Hürriyet Daily News
Sosok Harun Yahya, Gembong Kriminal dan Pelecehan Seksual, Kini Dijatuhi Hukuman 1.075 Tahun Penjara - Adnan Oktar alias Harun Yahya bersama para wanitanya. 

Seperti diberitakan Daily Sabah, dalam pembelaan terakhirnya pada persidangan Senin kemarin, Oktar dengan tegas menolak semua tuduhan terhadapnya.

Dia membantah tuduhan pelecehan seksual, dengan mengklaim bahwa dirinya memiliki "hampir 1.000 pacar", dan mengaku memiliki "cinta yang melimpah untuk wanita."

Salah satu perempuan di persidangannya, yang diidentifikasi berinisial CC, mengatakan kepada pengadilan bahwa Oktar telah berulang kali melakukan pelecehan seksual terhadapnya dan perempuan lainnya.

Pemimpin sekte Adnan Oktar, yang populer dengan nama Harun Yahya diborgol. (Anadolu Agency)
Pemimpin sekte Adnan Oktar, yang populer dengan nama Harun Yahya diborgol. (Anadolu Agency)

CC mengatakan kepada pengadilan, beberapa wanita yang diperkosa dipaksa minum pil kontrasepsi.

Ketika ditanya tentang 69.000 pil kontrasepsi yang ditemukan di rumahnya oleh polisi, Oktar mengatakan bahwa pil itu digunakan untuk mengobati gangguan kulit dan gangguan menstruasi.

Dia juga membantah tuduhan menjalankan organisasi kriminal dan mengklaim dia hanya memiliki banyak teman.

Atas hubungannya dengan FETÖ dan tuduhan spionase, Oktar menuding ada konspirasi terhadapnya yang dilakukan oleh "kekuatan tertentu".

Bantah teori evolusi Darwin

Sepanjang kariernya, Oktar tak pernah luput dari kontroversi, di antaranya, yang paling terkenal adalah penolakan atas teori evolusi Darwin.

Dengan nama pena Harun Yahya, ia menulis buku setebal 770 halaman berjudul The Atlas of Creation untuk membantah teori evolusi Darwin.

Mengutip New York Times, 17 Juli 2007, argumen utama yang disampaikan Oktar dalam buku itu adalah makhluk hidup saat ini sama seperti makhluk hidup yang hidup di masa lalu.

Menurut Harun Yahya, evolusi tidak mungkin terjadi dan hanya sebatas ilusi, kebohongan, tipuan, dan krisis teori.

Dalam bukunya itu, ia menampilkan foto-foto fosil tumbuhan, serangga, dan hewan untuk mendukung klaimnya.

Ia mengatakan, hampir 100 juta fosil yang telah ditemukan sejauh ini menunjukkan tak ada evolusi apa pun dan semuanya diciptakan dengan cara yang sama oleh Tuhan.

Oktar juga berusaha mengungkap hubungan antara pandangan ilmiah dan kejahatan modern, seperti fasisme, komunisme, dan terorisme.

Buku terbitan tahun 2006 tersebut sempat menimbulkan kegemparan dan ditentang oleh para ilmuwan.

Untuk mendapat perhatian global, Harun Yahya disebut mengirim salinan karyanya itu ke banyak ilmuwan dan institusi di luar negeri.

Ahli biologi evolusi dari University of California Kevin Padian mengatakan, banyak rekannya hanya tercengang dengan ukuran, nilai produksi, dan omong kosong di dalam buku itu.

"Jika dia melihat gambar kepiting fosil tua atau sesuatu, dia berkata, 'Lihat, itu terlihat seperti kepiting biasa, tidak ada evolusi'" kata Padian.

"Kepunahan sepertinya tidak mengganggunya. Dia tidak benar-benar memahami apa yang kami ketahui tentang bagaimana hal-hal berubah seiring waktu," lanjut dia.

Namun, dukungan untuk Yahya banyak muncul dari kalangan Muslim seiring terbitnya The Atlas of Creation.

Seorang penulis biologi konvensional Dr Miller mengatakan, ia secara teratur menerima pesan email dari orang-orang yang mempertanyakan evolusi, dengan jumlah yang meningkat datang dari Turki, Lebanon, dan negara Timur Tengah.

Kebanyakan mereka mengutip karya Harun Yahya.

"Itu meresahkan, karena ide-ide Yahya melemparkan evolusi sebagai bagian dari pengaruh Barat yang merusak budaya Islam. Itu juga bisa mendorong sikap anti-sains yang mendalam," kata dia.

Dalam sebuah wawancara dengan The Guardian pada 22 Desember 2008, Oktar mengaku tak memiliki pengalaman atau latar belakang akademik.

Ia juga bukan seorang akademisi, tetapi pernah belajar mengenai desain interior.

Wartawan The Guardian pun dibuat bingung ketika ia tak mendapati satu pun laboratorium penelitian yang dapat digunakannya.

(*/ Jawahir Gustav Rizal )

Artikel ini telah tayang di Kompas.com dengan judul Siapa Harun Yahya, Pendakwah Asal Turki yang Divonis 1.075 Tahun Penjara? dan juga telah tayang di serambinews.com dengan judul Sosok Harun Yahya, Pria Turki yang Dijatuhi Hukuman 1000 Tahun Penjara

Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved