Breaking News:

Berita Bangka Selatan

Matriono Bingung Uang BPUM Tak Bisa Cair Padahal Sudah Masuk Rekening, 7 Kali Mondar Mandir ke Bank

Warga ini mengeluhkan uang pencairan BPUM tidak bisa dicairkan padahal di buku tabungan telah tertera jumlah bantuan sebesar Rp 2,4 juta

Penulis: Jhoni Kurniawan | Editor: khamelia
(Bangka Pos/Jhoni Kurniawan)
Proses pelaksanaan verifikasi data yang dilakukan sebelum pencairan BPUM di Rumah BUMN Kabupaten Bangka Selatan pada Rabu, (21/10/2020). 

BANGKAPOS.COM - Sejumlah warga Kabupaten Bangka Selatan sebagai penerima Bantuan Presiden Produktif Usaha Mikro ( BPUM) yang disalurkan Bank plat merah mempertanyakan kejelasan terkait pencairan yang tak dapat dilakukan.

Warga ini mengeluhkan uang pencairan BPUM tidak bisa dicairkan padahal di buku tabungan telah tertera jumlah bantuan sebesar Rp 2,4 juta namun saat ingin dicairkan malah tidak bisa.

Baca juga: Inna lillahi wainna ilaihi rajiun, Warga Simpang Rimba Meninggal Akibat Covid, Idap Pneumonia Berat

Baca juga: Agesti Ayu Batal Penjarakan Ibu Kandungnya, Minta Maaf Peluk Sang Ibu, Sumiyatun; Maafkan Mamah

Seorang warga yang turut mempertanyakan permasalahan ini yaitu Matriono yang merupakan warga Desa Bencah yang mengakui tidak bisa melakukan pencairan yang BPUM kendatipun di buku tabungan yang diberikan oleh pihak bank tertera bantuan senilai Rp 2,4 juta.

Saat dihubungi pada Rabu, (13/1/2021), Matriono mengakui telah terdaftar sebagai penerima BPUM atau Bantuan Langsung Tunai Usaha Mikro Kecil dan Menengah (BLT UMKM) bahkan buku tabungan untuknya juga telah diterbitkan.

"Buku tabungannya sudah kelaur dan saya sudah terdaftar sebagai penerima ini setelah melengkapi berkas-berkas administrasi," ujar Matriono.

Bahkan Matriono mengakui di dalam buku tabungannya terhitung pada 5 Oktober 2020 telah terisi uang bantuan dengan nilai Rp 2,4 juta.

"Saat kami melakukan pencetakan nilai tabungan, total uang yang tertera segitu (red- Rp 2,4 juta), namun saat saya ingin mencairkannya malah tidak bisa dengan alasan uang sudah tidak ada," ceritanya.

Tak hanya sekali, Matriono bahkan sampai 6 hingga 7 kali bolak-balik ke Bank plat merah di Toboali untuk mempertanyakan situasi ini namun dirinya tidak mendapatkan penjelasan dengan baik.

"Kami sudah minta penjelasan namun belum dapat kami terima dengan baik," tuturnya.

Anehnya lagi menurut Matriono, saat dirinya datang kembali ke Bank beberapa waktu terakhir, pihak Bank menyebutkan kepadanya jika saldo uang di buku tabungan miliknya sudah tidak ada.

"Iya, saat kami datang lagi beberapa hari kemarin, petugas banknya bilang kalau saldonya sudah tidak ada sehingga kami makin bingung," ungkapnya.

Tak hanya itu, pada sebuah postingan Facebook milik Nico Ardiansyah juga mengeluhkan hal yang sama.

Di dalam postingannya, Nico mengakui ia membantu orangtuanya untuk melakukan pencairan guna mendapatkan bantuan BPUM dan telah ditetapkan sebagai calon penerima BPUM sejak Oktober 2020 lalu.

Nico juga mengakui telah 3 hingga 4 kali ke Bank tersebut untuk melakukan pencairan namun tidak bisa hingga akhirnya diketahui uang yang ada di dalam rekening sudah tidak bisa diambil alias kosong padahal belum pernah melakukan pencairan.

"Sekarang yang jadi pertanyaannya adalah duit yang sudah masuk ke rekening itu kemana, tanpa ada konfirmasi tanpa ada jawaban. Kasihan masyarakat yang sudah berharap dan datang tidak hanya sekali," cuitnya di Grup Facebook Kabar Basel Kite pada Minggu, (10/1/2021) lalu.

Sementara itu pihak Bank saat hendak dikonfirmasikan mengenai perihal ini belum memberikan jawaban.

Pimpinan Bank di Toboali tersebut juga tidak bisa dikonfirmasi dengan alasan saat ini sedang melakukan kegiatan rapat menggunakan aplikasi Zoom Meeting.

Upaya konfirmasi juga akan terus dilakukan hingga permasalahan ini mendapatkan titik terang. (Bangka Pos/Jhoni Kurniawan)

Sumber: bangkapos.com
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved