Breaking News:

Virus Corona di Bangka Belitung

UPDATE: Satu Pasien Corona Meninggal Dunia di Pangkalpinang, Total 1243 Orang Terjangkit Covid-19

Lagi,  satu orang pasien kasus Covid -19 (Corona) di Pangkalpinang, meregang nyawa. Pasien yang dimaksud berinisial Tn MS (67), Warga Kecamatan

tribunnews.com
Ilustrasi pasien corona 

BANGKAPOS.COM , BANGKA -- Lagi,  satu orang pasien kasus Covid -19 (Corona) di Pangkalpinang, meregang nyawa. Pasien yang dimaksud berinisial Tn MS (67), Warga Kecamatan Tamansari. Kepala Dinas Kesehatan Pangkalpinang, dr Masagus M Hakim, Rabu (13/1/2021) menebutkan, pasien yang dimaksud meninggal dunia di RSBT Pangkalpinang, Minggu (10/1/2021).

Pasien berinisial MS merupakan suspek rapid antigen dan swab terkonfirmasi. "MS memiliki riwayat penyakit penyerta jantung. Rata-rata kasus yang meninggal memang memiliki penyakit penyerta," kata Hakim kepada Bangkapos.com, Rabu (13/1/2021).

Sementara itu, kasus  terkonfirmasi positif Covid -19 di Pangkalpinang hari ini, Rabu (13/1/2021) bertambah 43 orang.

Sedangkan yang dinyatakan selesai pemantauan atau bebas Covid -19 berdasarkan Pedoman Pencegahan dan Pengendalian Covid-19 Revisi5 yang diterbitkan Kementerian Kesehatan, sebanyak 41 orang.

Penambahan pasien yang terjadi membuat total kasus terkonfirmasi positif Covid-19 di Pangkalpinang mencapai 1243 orang.

Rinciannya, 742 orang dinyatakan selesai pemantauan dan bebas Covid-19, 478 orang dalam isolasi atau perawatan, serta 23 orang meninggal.

Dinas Kesehatan Kota Pangkalpinang sejak beberapa minggu terakhir sudah melakukan road swab di beberapa tempat.

"Ini kita gencar melakukan road swab di beberapa tempat, mulai dari Polres, Kodim, dan beberapa instansi lainnya nanti," tambahnya.

Diakui Hakim, seiring gencaranya dilakukan road swab akan segara ditemukan kasus positf Covid-19 baru dan penanganan akan segera dilakukan.

"Kalau kasusnya segera kita ketahui semakin cepat penanganan, tidak menunggu waktu lama dan penyebaran ke orang lain tidak akan terjadi, ini untuk segera memutuskan mata rantai penyebaran," tegasnya.

Pada akhirnya, ia berharap masyarakat tetap memperhatikan Program 3M yaitu menjaga jarak, memakai masker, mencuci tangan.

"Mau kemana pun itu, 3M tetap harus diterapkan, karena kita tidak tau dimana virus itu berada. Karena ini bukan lagi klaster luar daerah tapi sudah transmisi lokal," imbau Hakim.(Bangkapos.com/Andini Dwi Hasanah)

Penulis: Andini Dwi Hasanah
Editor: Fery Laskari
Sumber: bangkapos.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved