Breaking News:

Berita Sungailiat

Lagi, Petani Balun Ijuk Terancam Gagal Panen Akibat Sawah Terendam

Puluhan hektar lebih lahan padi sawah di Desa Balun Ijuk yang diolah oleh Kelompok Tani (Poktan) Lumbung Batu Kuning kembali terancam gagal panen

(Ist pribadi)
Penampakan kondisi terkini sawah di lokasi terdampak 

BANGKAPOS.COM, BANGKA - Puluhan hektar lebih lahan padi sawah di Desa Balun Ijuk, Kecamatan Merawang yang diolah oleh Kelompok Tani (Poktan) Lumbung Batu Kuning kembali terancam gagal panen, Kamis (14/1/2021).

Dikonfirmasi Bangkapos.com, satu di antara petani yang juga merupakan anggota Kelompok Tani Lumbung Batu Kuning, David mengungkapkan, kejadian yang terulang untuk kesian kalinya ini dikarenakan terendamnya sawah mereka. 

David mengatakan, 1 hektar sawah miliknya bersama puluhan hektar sawah anggota poktan tidak dapat bertahan menghadapi terjangan air yang menuju lahan mata pencaharian mereka tersebut.

"Habis tergenang. Kalau totalnya sawah sekitar 20 lebih hektar yang terendam air ini," jelasnya.

Baca juga: Syekh Ali Jaber Tinggalkan Istri Hamil 5 Bulan, Sang Putra Ingat Pesan Terakhir Almarhum

Ia menceritakan, terendamnya sawah mereka, diduga diakibatkan sejumlah faktor. Menurutnya, yang paling utama disebabkan oleh curah hujan beberapa hari kebelakang terbilang tinggi.

Diteruskannya, keberadaan bandar besar (dermaga) yang tidak jauh dari lokasi sawah juga diduga semakin memperparah keadaan. Diakuinya, dermaga besar yang juga biasa dijadikan tambatan perahu itu, mengalirkan air dengan arus yang sangat deras.

"Bandar besar itu memang anak Sungai Baturusa. Air itu menghantam dari dua arah. Dari bandar terus dari arah berlawanan. Sedangkan sawah kami ini memang berada di tengah-tengahnya," ungkap David.

Petani padi ini juga menyampaikan, semenjak dibangunnya bandar besar itu, berdampak terhadap sawah mereka. Sawah menjadi terendam air dengan ketinggian di atas normal, yang dibutuhkan padi.

"Kami terancam gagal panen lagi," tukasnya.

Dirinya juga berharap pemerintah daerah (pemda) dapat membantu memberikan solusi terkait masalah ini. Mereka menginginkan, kedepan di lokasi itu dapat dibangun sebuah tanggul ataupun pintu air. Sehingga dapat menahan debit air yang besar ketika datangnya musim penghujan.

"Kami ingin ada solusi terbaik dari kejadian ini, dari dinas terkait juga. Kasihani kami. Atau dibuat irigasi atau dibikin klep pintu air. Bagaimana baiknyalah," tuturnya.

"Kalau dihantam air terus seperti ini, kami tidak akan bisa panen. Apalagi dimasa pandemi (Covid-19) saat ini," pungkasnya.

(Bangkapos/Ramandha)

Penulis: Ramandha
Editor: khamelia
Sumber: bangkapos.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved