Breaking News:

Penanganan Covid 19

Ancaman Pidana Kalau Menolak Vaksin, Dokter Tirta Angkat Bicara, Tak Setuju Kalau Dipaksa-paksa

Ancaman Pidana Kalau Menolak Vaksin, Dokter Tirta Angka Bicara, Tak Setuju Kalau Dipaksa-paksa

Instagram dr Tirta
Kolase foto Dokter Tirta. 

BANGKAPOS.COM--Pro kontra terhadap vaksinasi tetap terjadi meski pemerintah kekeuh untuk terus melanjutkan program tersebut. Vaksinasi rencananya akan mulai diberikan pertengahan Januari 2021. 

Dokter Tirta Mandira Hudhi angkat bicara soal pihak yang menolak vaksin Covid-19 akan dijatuhi hukuman.

Pandangan ini ia sampaikan saat proses penyuntikan vaksin di Puskesmas Ngemplak 2, Sleman, Kamis (14/01/2021).

Bagi Tirta, vaksin merupakan hak sesuai dengan bunyi pasal 28 di Undang-Undang Dasar Negara Republik Indonesia Tahun 1945.

"Denda saya tidak setuju, karena vaksin itu hak segala rakyat di Pasal 28 bahwa kesehatan itu adalah hak warga negara," ujarnya.

Tirta menegaskan, penolak vaksinasi Covid-19 alangkah baiknya diedukasi ketimbang dijatuhi sanksi.

"Saya dan Pak Menteri Kesehatan pun setuju kita harus edukasi dengan persuasif. Meyakinkan masyarakat tentang keamanan vaksin," tegasnya.

Menurutnya, mereka yang menolak vaksin karena belum mengetahui keamanan dari vaksin tersebut.

"Itu tinggal edukasi saja, mereka itu takut karena belum pernah melihat , jadi wajar saja kalau mereka takut. Tapi kalau edukasi dilakukan secara terus menerus rakyat akan bagus," ungkapnya.

Tirta mengungkapkan, sepengetahuanya sanksi denda belum 'diketok palu'.

Halaman
12
Editor: M Zulkodri
Sumber: Kompas.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved