Breaking News:

Virus Corona

Kapolda Gagal Disuntik Vaksin Sinovac Covid-19, Kalian Kapan Divaksin, Cek Namamu di Daftar Ini

Kapolda Gagal Disuntik Vaksin Sinovac Covid-19, Kalian Kapan Divaksin, Cek Namamu di Daftar Ini

bangkapos.com
Kapolda Babel Gagal Divaksin 

"Vaksinator sudah ditentukan nantinya akan melayani beberapa orang karena setelah divaksin harus menunggu 30 menit untuk melihat respon tubuh, pasca imunisasi," jelas dr Bangun.

Pada tanggal 17 Januari hingga 19 Januari 2021 akan dilaksanakan pelatihan tahap kedua untuk faskes yang belum melakukan pelatihan.

Dari 10.280 vaksin akan didistribusikan sebanyak 4.760 vaksin ke Kota Pangkalpinang, sebanyak 3.560 vaksin ke Kabupaten Bangka dan 1.960 vaksin ke Kabupaten Belitung.

Tidak Mau Jangan Dipaksa

Anggota Komisi III DPRD Babel, Aksan Visyawan, mengatakan, secara pribadi ia mendukung terkait pelaksaan vaksinasi Sinovac yang akan dilakukan pemerintah Provinsi Babel.

Namun ia mengingatkan warga yang menolak jangan sampai terjadi pemaksaan.

"Secara pribadi mendukung saja, karena ini upaya pemerintah, jangan sampai menghalangi pemerintah. Walaupun ada informasi efektifitas (vaksin--red) 65,3 persen. Wallahualam, saya tidak memahami dari ilmu apa maksudnya 65 persen. Tetapi sebagai warga negara yang baik apa yang diputusan pemerintah kita dukung. Namun, bagi yang menolak kita hargai, jangan ada pemaksaan," jelas Aksan Visyawan kepada Bangkapos.com, Kamis (14/1/2021) di kantor DPRD Babel.

Ketua DPW PKS Babel ini, menambahkan, dengan dilaksanakan vaksinasi terhadap 
Forkopimda dan para tenaga kesehatan, diharapkan bisa mengantisipasi pandemi Covid-19 ini.

"Sukseskan saja dalam upaya membantu mengantisipasi atau agar pandemi ini jangan berlama-lama. Kita ingin kembali normal dan bisa beraktivitas sebagaimana mestinya. Jangan sampai terprovokasi percaya berita hoax perlu dikonfirmasi ke pihak berwenanag dan masyarakat punya hak jangan dipaksa kalau tidam mau. Karena vaksin juga tidak melebihi dengan jumlah penduduk yang ada," ungkap Aksan.

Dia mengharapkan mereka yang bekerja pada garda terdepan diharapkan bisa dilakukan vaksinasi sehingga memberikan keamanan bagi mereka dalam bekerja menangani Covid-19.

"Silakan garda terdepan dilakukan yang ikhlas mudah-mudahan memberi dampak positif, bisa meningkatjan kembali giat ekonomi khusnya di Babel," ujarnya.

Disinggung, apakah bersedia untuk di vaksinasi nantinya, Aksan mengatakan, dirinya masih menimbang dan melihatnya.

"Pribadi saya karena ada kesempatan menimbang dan melihat saya lihat dulu suatu saat memutuskan ikut atau tidak. Karena ada informasi yang sudah paham ada belum betul cari informasi kasih  saya waktu dan refrensi yang pas. Saya tidak otoriter, tetapi kasih saya waktu untuk mempelajari dahulu, bagaimana saya memutuskanya. Jangan grasa grusu perlu pertimbangan dan pemikiran itu dari saya pribadi," tegasnya. (*)

Daftar Pejabat Divaksin Perdana di Babel, pada Jumat (14/1/2021) besok di RSUP Soekarno.
1. Gubernur Pemerintah Provinsi Kepulauan Bangka Belitung
2. Kepala Kejaksaan Tinggi (KEJATI) Kepulauan Bangka Belitung
3. Kepala Badan Intelijen Daerah Bangka Belitung
4. Komandan Pangkalan Udara (LANUD) H.AS Hanandjoedin
5. Kepala Kepolisian Daerah Bangka Belitung
6. Ketua PWNU Bangka Belitung
7. Pastor Keuskupan Pangkalpinang
8. DANREM 045/GAYA TNI-AD
9. Sekretariat DPRD Prov Kep Bangka Belitung
10. Komandan LANAL Kepulauan Bangka Belitung
11. IDI Wilayah Kepulauan Bangka Belitung
12. Kepala Badan POM Kepulauan Bangka Belitung
13. Kepala Dinas Kesehatan Provinsi Kep Bangka Belitung
14. Ketua DPW PPNI Provinsi Kepulauan Bangka Belitung
15. Direktur RSUD (HC) Ir. Soekarno Kepulauan Bangka Belitung
16. Kepala Kantor Kesehatan Pelabuhan (KKP)
17. Kepala BPKP Kepulauan Bangka Belitung
18. Kepala Badan Pemeriksa Keuangan (BPK) Kepulauan Bangka Belitung

Sumber:KKP Kota Pangkalpinang

Cek Nama Penerima

Apakah kamu termasuk dalam program vaksinasi Covid-19? segera cek namamu apakah terdaftar dalam program tersebut.

Melalui laman https://pedulilindungi.id/cek-nik, warga bisa memantau apakan namanya termasuk dalam program vaksinasi Covid-19.

Presiden Joko Widodo menjadi orang pertama yang disuntik vaksin dalam program vaksinasi Covid-19 yang dimulai Rabu (13/1/2021). 

Selanjutnya, Pemerintah menetapkan tenaga kesehatan (nakes) sebagai prioritas untuk tahap awal program vaksinasi yang mulai digulirkan pemerintah. 

Para penerima vaksin Covid-19 tahap pertama ini telah menerima pesan singkat (SMS) pemberitahuan sejak 31 Desember 2020.

Para tenaga kesehatan dapat mengecek status apakah dirinya terdaftar sebagai penerima vaksin Covid-19 atau tidak, dengan mengakses laman web Peduli Lindungi.

Peduli Lindungi bisa diakses di web browser melalui tautan berikut ini: https://pedulilindungi.id/cek-nik 

Baru tersedia untuk nakes

Mengutip laman Peduli Lindungi, saat ini pengecekan NIK terkait program vaksinasi Covid-19 baru tersedia untuk nakes, termasuk tenaga penunjang yang ada di fasilitas kesehatan.

Berikut cara memeriksa status NIK:

  • Buka laman web https://pedulilindungi.id/cek-nik 
  • Tulis nama lengkap sesuai yang ada di Kartu Tanda Penduduk (KTP)
  • Tulis Nomor Induk Kependudukan (NIK) sesuai yang tertera di KTP
  • Centang captcha 'Saya bukan robot'
  • Klik 'Selanjutnya'

Peduli Lindungi akan menampilkan status NIK, apakah sudah terdaftar atau belum, untuk program vaksinasi Covid-19.

Bagi nakes yang belum terdaftar

Bagi nakes yang NIK-nya berstatus belum terdaftar, bisa memeriksa kembali Nama dan NIK yang ditulis pada form pemeriksaan.

Jika sudah benar, namun tetap tidak terdaftar, nakes bisa mengirim e-mail ke vaksin@pedulilindungi.id, dengan ketentuan sebagai berikut:

Judul e-mail: VAKSIN NAKES_NIK

Pada body e-mail: tulis Nama, NIK, Alamat, No HP, dan tipe Nakes

Lampirkan surat keterangan dari Kepala Fasilitas Pelayanan Kesehatan (Fasyankes) tempat bekerja, untuk menerangkan bekerja sebagai nakes di tempat tersebut

Registrasi ulang bagi yang sudah terdaftar

Bagi nakes yang telah mendapatkan SMS info vaksinasi Covid-19, bisa melakukan registrasi ulang di halaman utama https://pedulilindungi.id/

Untuk melakukan registrasi ulang, cukup klik tombol 'REGISTRASI ULANG' yang ada di halaman utama Peduli Lindungi.

Setelah itu, masukkan nomor HP yang menerima sms info vaksinasi Covid-19, lalu sistem akan mengirimkan kode OTP ke nomor itu.

Setelah kode OTP dimasukkan, nakes akan diarahkan ke dashboard pribadi. Untuk melihat tiket vaksinasi, klik menu 'Riwayat & Tiket vaksin COVID-19'.  (deddymarjaya/teddymalaka/cici)

Penulis: Teddy Malaka
Editor: Teddy Malaka
Sumber: bangkapos.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved