Breaking News:

Berita Muntok

Kejaksaan Eksekusi Perkara Tindak Pidana Kehutanan Akin di Dusun Jampan Desa Kelabat

Kejaksaan Negeri Bangka Barat mengeksekusi perkara tindak pidana kehutanan yang menjerat Husein alias Akin, di Dusun Jampan Desa Kelabat

Penulis: Antoni Ramli | Editor: khamelia
ist Kejari Babar
Tim Kejaksaan Negeri Bangka Barat, mengeksekusi perkara tindak pidana kehutanan yang menjerat Husein alias Akin, di Dusun Jampan Desa Kelabat Kecamatan Parittiga, Kabupaten Bangka Barat, Jumat (15/1/2021) 

BANGKAPOS.COM, BANGKA - Kejaksaan Negeri Bangka Barat mengeksekusi perkara tindak pidana kehutanan yang menjerat Husein alias Akin, di Dusun Jampan Desa Kelabat Kecamatan Parittiga, Kabupaten Bangka Barat, Jumat (15/1/2021)

Adapun luasan lahan perkebunan sawit yang di eksekusi pihaj Kejaksaan yakni 24,085 hektar.

"Lahan perkara tindak pidana kehutanan Akin seluas 24,085 sudah kita eksekusi, dan serahkan ke KPHP. Dan eksekusi tadi disaksikan anak anak terpidana , polhut,  bhabinkamtibmas dan kades," ujar Kasi Intel Kejari Babar Mario, Jumat (15/1/2021) malam.

Menurut Mario, eksekusi tersebut sebagai tindak lanjut putusan Pengadilan Negeri (PN) Muntok,  nomor 120/pidb/lh/pnmuntok tanggal 13 November 2020 lalu.

" Eksekusi ini tindak lanjut dari putusan PN muntok, dan kebetulan tidak ada lagi upaya hukum lain artinya sudah berkekuatan hukum tetap (inkrah) jadi selaku eksekutor kita harus melaksanakan putusan PN tadi," bebernya.

Informasi yang dikutip dari Sistem Infomasi Pelayanan Publik (SIPP)  PN Muntok, perkara tindak pidana. kehutanan tersebut bermula saat  sejak Tahun 2007 terdakwa mulai melakukan usaha perkebunan tanaman kelapa sawit di Dusun Jampan Desa Kelabat Kecamatan Parittiga bersama dengan keluarga.

Pada pertengahan tahun 2007 langsung melakukan penanaman bibit sawit sebanyak lebih kurang 3000 sampai dengan 4000 batang dan Terdakwa bisa mengolah lahan tersebut atas dasar SPPAHT dari Camat Jebus Tahun 2005 dengan luas + 24 hektare.

Tahun 2015  Dinas Kehutanan Kabupaten Bangka Barat,  mengirimkan Surat Panggilan kepada Terdakwa untuk memberikan sosialisasi kepada Terdakwa dan mayarakat sekitar.

Dimana saat itu pihak dinas mengatakan bahwa perkebunan sawit yang dikelola oleh Terdakwa dan keluarga Terdakwa masuk kawasan Hutan Produksi dan dikawasan Hutan dilarang berkebun namun Terdakwa tetap melakukan pengelolaan dan mengurus perkebunan kelapa sawit di Kawasan Hutan produksi jebu bembang tersebut .

(Bangkapos.com/Anthoni Ramli)

Sumber: bangkapos.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved