Breaking News:

Picu Protes Global Hingga Beralih ke Telegram dan Signal, WhatsApp Tunda Pembaruan Kebijakan Privasi

WhatsApp, aplikasi perpesanan milik Facebook Inc. menunda pembaruan kebijakan privasi yang bertujuan untuk meningkatkan transaksi bisnis di platform

TribunStyle.com/ Catch News
Tips Tricks WhatsApp 

“Meskipun tidak semua orang berbelanja dengan bisnis di WhatsApp saat ini, kami pikir lebih banyak orang akan memilih untuk melakukannya di masa depan dan penting orang-orang mengetahui layanan ini,” imbuh WhatsApp.

Facebook telah meluncurkan alat bisnis di WhatsApp selama setahun terakhir untuk meningkatkan pendapatan dari unit yang tumbuh lebih tinggi, seperti WhatsApp dan Instagram sambil merajut infrastruktur e-commerce di seluruh perusahaan.

Facebook mengakuisisi WhatsApp seharga US$ 19 miliar pada tahun 2014 tetapi lambat dalam menghasilkan uang.

Aplikasi sudah membagikan kategori data pribadi tertentu, termasuk nomor telepon dan alamat IP pengguna, dengan Facebook.

“Kami tidak menyimpan catatan tentang siapa yang mengirim pesan atau menelepon semua orang.

Kami juga tidak dapat melihat lokasi yang Anda bagikan dan kami tidak membagikan kontak Anda dengan Facebook," tulis WhatsApp.

WhatsApp mengatakan pada bulan Oktober tahun lalu bahwa mereka akan mulai menawarkan pembelian dalam aplikasi melalui Toko Facebook.

Dan akan menawarkan perusahaan yang menggunakan alat perpesanan layanan pelanggannya kemampuan untuk menyimpan pesan-pesan itu di server Facebook.

WhatsApp menyatakan pada saat itu bahwa obrolan dengan bisnis menggunakan layanan hosting baru tidak akan dilindungi oleh enkripsi end to end.(*)

WhatsApp Tunda Pembaruan Kebijakan Privasi, Picu Protes Global Hingga Beralih ke Telegram dan Signal

Halaman
1234
Editor: Evan Saputra
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved