Breaking News:

Berita Pangkalpinang

Anggarkan Rp 40 Miliar Untuk Penanganan Banjir, Rio Setiady Minta Pemkot Pangkalpinang Kerja Efektif

Kondisi Kota Pangkalpinang yang kerap kali mengalami banjir, membuat Pemerintah Kota (Pemkot) Pangkalpinang terus berupaya mengatasi

Penulis: Rizki Irianda Pahlevy | Editor: nurhayati
Ist/Rio Setiadi
Wakil ketua komisi II DPRD kota Pangkalpinang, Fraksi PKS, Rio Setiadi 

BANGKAPOS.COM , BANGKA -- Kondisi Kota Pangkalpinang yang kerap kali mengalami banjir, membuat Pemerintah Kota (Pemkot) Pangkalpinang terus berupaya mengatasi permasalahan yang hampir selalu terjadi setiap tahun, Senin (18/01/2021).

Diketahui guna mengantisipasi mengulangnya banjir, Pemkot Pangkalpinang menganggarkan Rp 40 miliar untuk digunakan dalam penanganan banjir.

Mengetahui hal tersebut Wakil Ketua Komisi II DPRD Kota Pangkalpinang, Rio Setiady merespon baik langkah Pemkot Pangkalpinang dalam mengatasi masalah banjir.

"Memang penanganan banjir ini merupakan salah satu janji kampanye Walikota Maulan Akil, kalau memang beliau fokus terhadap banjir saya kira masih on the track karena banjir masih jadi ancaman di Kota Pangkalpinang. Kemudian ini juga sejalan dengan RPJMD (Rencana Pembangunan Jangka Menengah Daerah), jadi itu ya baik langkahnya," jelas Rio Setiady.

Namun terkait anggaran yang dikeluarkan untuk penanganan banjir, Rio berharap tidak hanya menjadi anggaran tahunan tanpa menyelesaikan permasalahan banjir yang setiap tahunnya dialami sebagian warga Kota Pangkalpinang.

"Penanganan banjir ini sejak zaman Pak Irwansyah ini setiap tahunya selalu dianggarkan, baik pembelian alat atau sifatnya operasional atau pembebasan lahan. Kita berharap penanganan banjir ini secara terpadu, terukur dan terencana," ungkap Rio.

"Di periode sebelumnya pernah ada pembelian alat berat dengan argumentasi dari pada nyewa, mending kita punya alat keruk sendiri dan itu sudah direalisasikan untuk normalisasi disepanjang sungai rangkui," tambahnya.

Sementara itu Rio Setiady mengungkapkan Pemkot Pangkalpinang harus melakukan kerja efektif, dengan anggaran yang difokuskan untuk penanganan banjir.

"Jangan sampai anggaran Rp 40 miliar ini tumpang tindih dengan kegiatan yang lalu, artinya ketika kita melakukan normalisasi atau pengerukan sungai rangkui hendaknya ada landfill jangan ditaruh dipinggir danpemkot harus kerja efektif. Kalau dipinggir hujan sedikit akan turun lagi, dinas PU harus bisa mengoptimalkan anggaran jangan sampai kita membuat anggaran yang berulang-ulang setiap tahun tapi outputnya tidak begitu besar," saran Rio.

(Bangkapos.com/Rizky Irianda Pahlevy)

Sumber: bangkapos.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved