Breaking News:

Advertorial

Focus Group Discussion Wakil Rektor/Wakil Ketua bidang Kemahasiswaan dan Kerjasama PTKIN

Dalam pembukaan, Kasubdit Sarpras dan Kemahasiswaan (Ruchman Bashori) menjelaskan bahwa kegiatan ini

IAIN SAS Bangka Belitung
IST 

Intinya menurut Ruchman Bashori mengutip apa yang disampaikan oleh Presiden Jokowi Widodo bahwa kita harus mampu hidup berdampingan dengan pandemi Covid-19. Jangan sampai Covid-19 “menghacurkan” tatanam kehidupan kita. Kita harus mampu “melawan” covid-19 dengan menerapakan protokel Kesehatan yang ketat. Ini yang pertama.

Kedua, tahun 2021, PTKIN memiliki dua agenda penting yaitu pelaksanaan Pekan Wirakarya Perguruan Tinggi Keagamaan XV UIN Raden Patah Palembang telah ditunjuk sebagai tuan rumah.

Untuk itu wakil rektor III UIN Raden Fatah harus segera menuntaskan juknis PW PTK XV. Juknis yang telah disusun segera dituntaskan dengan para Pembina, Waslitep, Satgas Covid  dan Wakil rektor III.

Program dua tahunan nasional ini menjadi tugas dan tanggung jawab bersama. PW PTK XV harus tetap dilakukan dengan menerapkan pola online dan offline, kata Ruchman Bashori mengutip pesan Direktur Diktis. 

Di samping kasubdit Sarpras dan Kemahasiswaan, Kasi Kemahasiswaan sudbit sarpras dan Kemahasiswaan, Dr Amiruddin Kuba, dalam acara FGD menegaskan bahwa tanggung jawab Wakil Rektor III relative berat, apalagi dalam kondisi sekarang ini.

Namun pembinaan organisasi kemahasiswa dan pembinaan kemahasiswaan tidak boleh luntur. Kreasi dan inovasi kegiatan perlu dilakukan. Demikian pula dengan masukan dari Ketua Forum Wakil Rektor/Wakil Ketua III, Dr. H. Isroqunnajah bahwasanya banyak hal program dan kegiatan yang dapat dilakukan dalam kondisi pandemi covid-19 ini. 

Dalam FGD ini, banyak masukan dari para wakil rektor/wakil ketua III. Dr. H. Janawi, M.Ag wakil rektor III IAIN Syaikh Abdurrahman Siddik Bangka Belitung misalnya mengatakan bahwa inovasi dan improvisasi bentuk, pendekatan, strategi, dan sifat kegiatan perlu disesuaikan dengan situasi dan kondisi. Jika kita sulit merubah situasi, maka kita perlu merubah strategi. 

Adanya Covid-19 itu nyata, namun kita tidak boleh takut. Bila kita takut, maka kita hampir dipastikan tidak dapat melakukan apa-apa.  Walaupun demikian kita juga tidak boleh “terlalu pongah”.

Sikap mawasdiri dengan menerapkan protokol Kesehatan menjadi pilihan untuk “berdamai” dengan situasi pandemi seperti sekarang. 

Kesimpulan FGD wakil rektor/wakil ketua III PTKIN ini mempertegas bahwa pembinaan organisasi dan kegiatan kemahasiswaan juga perlu mempertimbangkan visi misi kementerian agama RI.

Salah satu yang menjadi penting adalah menggagas dan memviralkan moderasi beragama pada setiap kampus PTKIN.

Di samping itu empat pilar kebangsaan harus diwujudkan oleh PTKIN. 

Editor: nurhayati
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved