Breaking News:

Sebut Kesalahan Informasi, Whatsapp Tunda Kebijakan Privasi Baru, Ini 5 Poin Klarifikasinya

Sebelumnya, pada Desember 2020, WhatsApp mengumumkan bahwa mereka akan memperbarui Ketentuan

Dailymail
WhatsApp 

Pada minggu lalu Signal melihat lonjakan unduhan aplikasi tersebut hingga 7,5 juta unduhan atau 4.200 persen sejak minggu sebelumnya.

Pada hari Rabu (13 Januari 2021), Signal berada di puncak store aplikasi Google dan Apple. Selain itu banyak juga yang bermigrasi ke Telegram.

Pada minggu lalu Telegram mendapat 9 juta pengguna baru, naik 91 persen dari minggu sebelumnya dan juga berada di puncak store aplikasi Google dan Apple.

Data pengguna

Pembaruan telah menyebabkan kehebohan di seluruh dunia terutama tentang bagaimana WhatsApp akan membagikan 'lebih banyak' data pengguna dengan perusahaan induk Facebook, yang diklaim WhatsApp tidak benar.

Pada hari Sabtu (16/1/2021), WhatsApp dalam posting blognya mengatakan bahwa perusahaan ingin masyarakat memahami prinsip dan fakta terkait kebijakan baru tersebut.

Melansir Financial Express, Sabtu (16/1/2021), Whatsapp mengatakan bahwa pembaruan baru akan menyertakan opsi baru yang akan menyangkut bisnis di WhatsApp yang membantu orang-orang memiliki transparansi lebih lanjut tentang cara Whatsapp mengumpulkan dan menggunakan data.

"Meskipun tidak semua orang berbelanja dengan bisnis di WhatsApp saat ini, kami pikir lebih banyak orang akan memilih untuk melakukannya di masa mendatang dan penting bagi orang-orang untuk mengetahui layanan ini," tulis Whatsapp dalam blog-nya.

Lebih lanjut Whtasapp menyatakan bahwa tidak ada informasi yang akan dibagikan ke Facebook.

"Pembaruan ini tidak memperluas kemampuan kami untuk berbagi data dengan Facebook," kata pihak WhatsApp. 

Halaman
1234
Editor: Iwan Satriawan
Sumber: Kompas.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved