4 Amalan dan Doa Mustajab Syekh Ali Jaber dan 3 Amalan yang Bisa Menghapus Dosa Masa Lalu versi UAS
4 Amalan dan Doa Mustajab Syekh Ali Jaber dan 3 Amalan yang Bisa Menghapus Dosa Masa Lalu Versi UAS
4 Amalan dan Doa Mustajab Syekh Ali Jaber dan 3 Amalan yang Bisa Menghapus Dosa Masa Lalu versi UAS
BANGKAPOS.COM -- Ulama besar Syekh Ali Jaber sempat memberikan beberapa amalan hingga doa mustajab pada hari Jumat.
Seperti diketahui, Syekh Ali Jaber sudah wafat karena sakit pada Kamis (14/1/2021) kemarin.
Adapun almarhum Syekh Ali Jaber tutup usia diumur 44 tahun.
Meski jasadnya sudah tiada, namun ilmu-ilmu dan amalan doa yang diajarkan Syekh Ali Jaber semasa hidup masih bisa kita pelajari.
Baca juga: Dahsyatnya, Ingin Hidup Berkecukupan, Cobalah Amalkan Wirid Nabi Sulaiman Ini, Simple Banget!
Baca juga: Doa saat Mendengar Berita Duka atau Kematian, Dalam Bahasa Arab, Latin dan Indonesia
Baca juga: Masikah Anda Galau? Amalkan Doa Berikut ini Agar Lebih Tenang dan Dikuatkan Menghadapi Cobaan
Dilansir dari TribunnewsBogor.com yang merangkum deretan amalan yang diajarkan Syekh Ali Jaber yang dikutip dari tayangan YouTube Syekh Ali Jaber.
1. Bersholawat
Yang pertama adalah bersholawat kepada Nabi Muhammad SAW.
"Perbanyak aktsiruu alayya minash sholaati yaumal jumu'ah."
"Perbanyaklah bersholawat kepadaku, di hari Jum'at," ujar Syekh Ali Jaber.
Syekh Ali Jaber menambahkan, jika kita boleh meninggalkan dzikir dan memperbanyak sholawat.
"Jadi saya mohon, sepanjang hari di dalam perjalanan, dimanapun kita berada, bersholawatlah kepada Nabi Muhammad SAW."
"Pakai sayyiduna, tidak pakai sayyiduna boleh, mau panjang (lafadznya) atau pendek boleh. intinya bersholawat kepada Nabi Muhammad SAW," jelas Syekh Ali Jaber.
Baca juga: Mau Disegerakan mendapat Jodoh? Ini Doa dan Amalan Cari Jodoh dari Al Quran Laki-Laki dan Perempuan
2. Membaca Surat Al Khafi
Selanjutnya adalah membaca surat Al Kahfi.
Surat Al Kahfi adalah surat ke-18 dalam Al Quran yang terdiri dari 110 ayat.
Adapun surat Al Kahfi dibaca untuk memohon pertolongan kepada Allah SWT.
Syekh Ali Jaber menjelaskan, jika kita merasa kesulitan membacanya sekaligus, maka boleh dibagi-bagi.
"Misalnya setelah subuh baca 1 halaman, sebelum Jumat atau dzuhur baca lagi 2 halaman, begitu selesai shalat Ashar selesaikan sisa Suratul Kahfi," ujar Syekh Ali Jaber.
Jadi kita tidak harus membacanya sekaligus.
Bahkan jika kita belum bisa membaca Al Quran, disarankan untuk menyimak murottal surat Al Kahfi.
Baca juga: Anda yang Berkacamata Wajib Tahu! 9 Cara Alami ini Ampuh Mengurangi Mata Minus, Mudah Dipraktikkan
"Kalau belum bisa membaca (Al Quran), boleh menyimak atau lewat HP murottal surat Al Khafi."
"Orang yang menyimak Al Quran sama pahalanya dengan yang membaca Al Quran." tutur Syekh Ali Jaber.
Al quri'u wal musrami'u ajruhu maa sawaa," kata Syekh Ali Jaber.
3. Waktu Doa Mustajab
Ada satu jam di hari Jumat, barang siapa yang berdoa di satu jam itu doanya tidak akan ditolak.
Rasulullah bersabda di hadits yang shahih,"saa'atun aakhiru saa'atin min nahaari jumu'ati laa yuwaafiquha 'abdun muslimun illastujibalah."
Artinya: "Ada satu jam dalam hari jumat itu barang siapa yang dapat berdoa di satu jam itu akan diijabah doanya, tidak ditolak doanya oleh Allah SWT."
Namun ada perbedaan permahaman soal satu jam itu di antara para ulama.
Baca juga: Perjalanan Hijrah Anak Punk Bertato Dajjal Putuskan Hijrah & Jadi Marbot: Momen Ramadhan Titik Balik
Baca juga: Doa & Pesan Terakhir Syekh Ali Jaber Seperti Jadi Firasat dan Momen Romantis Terakhirnya Sama Istri
Dari kumpulan riwayat hadits, satu jam yang dimaksud adalah satu jam terakhir di sore hari.
"Kira-kira satu jam sebelum magrib kita bisa mendapatkan doa mustajab," tutur Syekh Ali Jaber.
4. Sedekah saat Subuh
Yang terakhir adalah bersedekah di saat subuh.
Mengapa bersedekah di saat subuh?
"Apalagi kita sama-sama menyelesaikan salat berjamaah."
"Jika kita perhatikan, banyak ayat dalam Al Quran , Allah SWT mengingatkan antara infaq sedekah dengan salat."
"Contohnya pada suarat Al Baqarah ayat 3, Al Maidah ayat 55, Fathir ayat 29," kata Syekh Ali Jaber.
Beliau menekankan kembali banyak ayat Allah yang mengingatkan infaq dan sedekah dengan salat.
Menurut Syekh Ali, hal itu adalah cara Allah SWT memurahkan rizki seseorang dan mendatangkan rizki yang istimewa.
"Apalagi di subuh hari. Mengapa subuh? Karena saat subuh ada dua malaikat yang berdoa," tutur Syekh Ali.
Dua malaikat berdoa pada Allah, yang satu malaikat yang mendoakan orang baik.
Yang satu mendoakan baik bagi orang yang berinfaq di pagi hari.
Sementara yang kedua malaikat mendoakan untuk orang-orang kikir, yang pelit dan tidak mau bersedekah di subuh hari.
"Jika kita tidak mampu, itu namanya udzur."
"Tapi kalau kita mampu tapi tidak membiasakan sedekah di subuh hari, jangan sampai malaikat mendoakan yang buruk," jelas Syekh Ali.
3 Amalan yang Bisa Menghapus Dosa Masa Lalu
Tidak ada manusia yang tidak pernah berbuat dosa, tidak untuk saat ini saja namun juga pada masa lalunya.
Namun tahu kah kamu jika dosa masa lalu di masa lalu bisa dihapuskan.
Ustadz Abdul Somad menjelaskan mengenai 3 hal yang dapat menghapus dosa masa lalu dan mengangkat derajat seseorang.
Maukah kamu aku tunjukan? amal ini bisa menutupi mengampuni dosa kamu masa lalu kamu yang begitu hitam kelam dan mengangkat derajat tingkatan dihadapan Allah Subhanahu Wa Ta’ala, maka apa jawab sahabat, kami ingin mendengarkan itu, apa dia ya Rasullah
yang pertama kata nabi shallallahu alaihi wasallam menyempurnakan wudhu, kapan wudhu itu disempurnakan? pada saat-saat tak menyenangkan
yang kedua memperbanyak langkah ke masjid
yang ketiga menunggu salat setelah salat, beberapa menit menjelang azan dia sudah duduk di dalam masjid, berzikir membaca Al Quran.
Sosok Ustadz Abdul Somad
Dilansir dari Wikipedia, Ustaz Abdul Somad Batubara, Lc., D.E.S.A., lahir di Silo Lama, Asahan, Sumatera Utara, pada 18 Mei 1977.
Sebagai pendakwah yang terkenal lewat canal Youtube, Abdul Somad sering mengulas berbagai macam persoalan agama, khususnya kajian ilmu hadis dan Ilmu fikih.
Dalam ceramahnya, Abdul Somad juga banyak membahas mengenai nasionalisme dan berbagai masalah terkini yang sedang menjadi pembahasan hangat di kalangan masyarakat.
Sebagai penceramah, ia dikenal karena Ilmu dan kelugasannya dalam memberikan penjelasan dalam menyampaikan dakwah yang disiarkan melalui saluran Youtube.
Kajian-kajiannya yang baik dalam merangkai kata menjadi sebuah retorika dakwah, membuat ceramah Ustaz Abdul Somad begitu mudah dicerna dan mudah dipahami oleh berbagai kalangan masyarakat.
Ustaz Somad lahir di keluarga besar ulama asal Asahan yaitu Syekh Abdurrahman atau lebih dikenal sebagai Tuan Syekh Silau Laut I.
Sejak dari bangku sekolah dasar, Abdul SOmad dididik melalui sekolah yang berbasis pada Tahfiz Alquran.
Ia menamatkan sekolah dasar di SD Al-Washliyah Medan pada tahun 1990.
Setelah itu, ia melanjutkan pendidikannya ke Madrasah Tsanawiyah Mu’allimin Al-Washliyah Medan dan selesai pada 1993.
Lulus madrasah, ia kemudian melanjutkan pendidikan ke Pesantren Darularafah Deliserdang Sumatra Utara selama satu tahun.
Lalu tahun 1994, ia pindah ke Riau untuk melanjutkan pendidikan di Madrasah Aliyah Nurul Falah, Air Molek, Indragiri Hulu dan menyelesaikannya pada tahun 1996.
Antara 1996–1998, Abdul Somad sempat berkuliah di UIN Sultan Syarif Kasim Riau.
Abdul Somad pada 1998 mencoba peruntungan dengan mendaftar sekolah ke Mesir.
Saat itu Pemerintah Mesir membuka beasiswa untuk 100 orang Indonesia belajar di Universitas Al-Azhar.
Ia pun mengikuti tes dan merupakan salah satu dari 100 orang yang berhak menerima beasiswa, mengalahkan 900-an orang lainnya.
Dari proses itu, SOmad memantabkan diri untuk melanjutkan pendidikannya di Universitas Al-Azhar Kairo dan berhasil mendapatkan gelar Lc-nya dalam waktu tiga tahun 10 bulan pada pertengahan tahun 2002.
Tak berhenti di situ, usai lulus ia langsung melanjutkan program pendidikan S2-nya di Universiti Kebangsaan Malaysia, namun hanya sempat berkuliah selama dua semester.
Kemudian pada tahun 2004, melalui AMCI dari Kerajaan Maroko yang kala itu menyediakan beasiswa bagi pendidikan S2 hingga S3 di Institut Darul-Hadits Al-Hassaniyah, ia kembali terpilih untuk masuk dalam kuota penerimaan orang asing melalui jalur beasiswa.
Somad melanjutkan pendidikan S2-nya di Institut Darul-Hadits Al-Hassaniyah Rabat yang setiap tahunnya hanya menerima 20 orang murid dengan rincian 15 orang Maroko dan lima orang untuk asing.
Program S2 diselesaikannya dalam waktu satu tahun 11 bulan dan mendapatkan gelar D.E.S.A. yang berarti "Diploma Studi Lanjutan" pada akhir tahun 2006.
Jika direkap singkat, maka jenjang Pendidikan formal Abdul SOmad adalah sebagai berikut; SD Al-Washliyah, Medan, tamat 1990, Madrasah Tsanawiyah Mu'allimin Al-Washliyah, Medan, tamat 1993, Madrasah Aliyah Nurul Falah, Air Molek, In-hu, tamat 1996, S1 Al-Azhar, Mesir, 2002, S2 Dar El Hadith El Hassania, Kerajaan Maroko, 2006.
Dalam Studi S2 nya, Somad membuat karya ilmiah tesis dengan judul “Perbuatan Maksiat Penyebab Kerusakan Rumah Tangga (Judul Asli: Al-Ma’ashi Tu’addi ila Al-Faqri wa Kharab Al-Buyut).
Selain itu, ia juga menulis sejumlah buku best seller yang di antaranya adalah: “37 Masalah Populer, 99 Pertanyaan Seputar Sholat dan 33 Tanya Jawab Seputar Qurban."
(TribunnewsBogor.com/bangkapos.com)