Breaking News:

Buaya Bersarang Dekat Permukiman

Kerusakan habitat buaya ini menyebabkan buaya keluar dari tempat hidupnya, merangkak ke area permukiman warga.

Penulis: Herru Windharko | Editor: suhendri
freepik.com
ilustrasi buaya 

DAVID (38) terperanjat. Di depannya, beberapa ekor anak buaya melintas di aliran Sungai Baturusa yang menjorok ke arah persawahan Desa Balunijuk, Kecamatan Merawang, Kabupaten Bangka.

Langkah kakinya terhenti dan niat untuk memancing pun kandas.

"Mending kita cari lokasi lain, bahaya kalau masih nekat di situ," ujar Dani beberapa waktu lalu.

David, petani yang mengelola sawah mengatakan, di kawasan tersebut memang kerap ditemukan buaya lewat. Sehingga, tak banyak warga yang berani beraktivitas di sungai tersebut.

"Ada yang melihat buaya ukuran besar sering lewat. Hati-hati kalau mau mancing atau beraktivitas di sana," kata David.

Sementara, Yati warga di Desa Ranggi Asam Kecamatan Jebus, Bangka Barat tewas diterkam buaya saat mandi di kolong, Minggu (17/1/2021).

Kolong Ranggi Asam satu aliran dengan Sungai Antan, yang dikenal banyak berkeliaran buaya dan kerap mengancam keselamatan warga.

Ketua Yayasan Konservasi Pusat Penyelamatan Satwa (PPS) Alobi Foundation Bangka Belitung Langka Sani mengatakan kerusakan daerah aliran sungai (DAS) atau kerusakan habitat hidup buaya menjadi faktor utama konflik antarmanusia dan buaya.

Kerusakan habitat buaya ini menyebabkan buaya keluar dari tempat hidupnya, merangkak ke area permukiman warga.

Selengkapnya baca edisi cetak Bangka Pos, Selasa, 19 Januari 2021. (*)

Sumber: bangkapos
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved