Breaking News:

Buaya di Pulau Bangka Kembali Mengganas, Ini Pantangan dan Mitos Tentang Buaya di Bangka

Entah ada hubungannya atau tidak, cerita buaya di Pulau Bangka tak luput dari hal-hal berbau mistis yang berkembang

Penulis: Iwan Satriawan CC | Editor: Iwan Satriawan
ist/ National Geographic Indonesia
Ilustrasi Buaya 

BANGKAPOS.COM -- Buaya di Provinsi Kepulauan Bangka Belitung kembali mengganas.

Baru-baru ini seorang wanita bernama Yati (35) yang tewas diterkam buaya saat mandi di kolam bekas tambang di Desa Telak, Parittiga, Bangka Barat, Kepulauan Bangka Belitung, Minggu (17/1/2021).

Sebelumnya, korban dilaporkan hilang karena diserang buaya pada Sabtu (16/1/2021) pagi.

Tragisnya, peristiwa serangan buaya tersebut disaksikan oleh anak korban yang masih kecil.

Entah ada hubungannya atau tidak, cerita buaya di Pulau Bangka tak luput dari hal-hal berbau mistis yang berkembang di masyarakat.

Buaya ditangkap warga di Pangkalraya, Sungaiselan, Bangka Tengah. (Istimewa)
Buaya ditangkap warga di Pangkalraya, Sungaiselan, Bangka Tengah. (Istimewa) (Istimewa)

Tak mengherankan banyak mistos yang berkembang dari mulut ke mulut.

Ada mitos unik mengenai keberadaan mahluk ganas ini.

Misalnya di Sungai Mendo,Kecamatan Petaling, Kabupaten Bangka ada mitos mengenai Bujang Antan makhluk gaib berbentuk buaya yang menguasai sungai itu.

Di aliran Sungai Baturusa ada kepercayaan masyarakat sejak dulu sungai itu dikuasai buaya gaib bernama Raden Kuning dan Raden Hitam.

Baca juga---> Ini Kisah Soal Buaya di Kabupaten Bangka, Jangan Langgar Pantangan Agar Selamat  

Baca juga---> Jenis-jenis Buaya di Indonesia, Buaya Muara Paling Ganas, Kenali Cara Menghindari Serangan Buaya

Baca juga---> Kisah Buaya Besar 6,1 Meter Bernama Lolong, Buaya Terbesar di Dunia yang Jadi Daya Tarik Wisatawan

Terlepas dari rusaknya alam dan semakin berkurangnya mangsa buaya sehingga memilih memangsa manusia.

Sebagian masyarakat Bangka percaya buaya tidak akan mengganggu manusia kecuali melanggar pantangan yang ada, salah satunya disebut kepunan.

Untuk kepunan ini secara umum adalah orang yang ditawari sesuatu makanan atau minuman tetapi menolak mencicipinya.

Ada kepercayaan setiap ditawari makanan dan minuman terutama minuman kopi sangat pantang untuk menolaknya. 

Apalagi orang yang bersangkutan akan berangkat ke hutan atau ke sungai.

Halaman
1234
Sumber: bangkapos.com
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    berita POPULER

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved