Breaking News:

Berita Pangkalpinang

Sanksi Bagi Pelanggar Prokes Covid-19 di Pangkalpinang Masih Mengacu Perwako, Belum Ada Denda

Penerapan sanksi pelanggar protokol kesehatan (Prokes) Covid-19, di Kota Pangkalpinang masih mengacu pada peraturan Wali Kota Pangkalpinang

Penulis: Yuranda | Editor: nurhayati
Bangkapos.com/Yuranda
Kabag Ops Polres Pangkalpinang Kompol Johan Wahyudi 

BANGKAPOS.COM, BANGKA -- Penerapan sanksi pelanggar protokol kesehatan (Prokes) Covid-19, di Kota Pangkalpinang masih mengacu pada peraturan Wali Kota Pangkalpinang, belum ada denda dan penutup tempat usaha.

"Sementara ini, Tim Gugus Tugas Covid 19 masih mengacu kepada Perwako 49 tahun 2020," kata Kepala Bagian Operasional Polres Pangkalpinang Kompol Johan Wahyudi, kepada Bangkapos.com, Selasa (19/1/2021)

Menurut Johan, saat ini belum ada dasar penegakan prokes di Kota Pangkalpinang, mengenai sanksi denda atau sanksi penutupan tempat usaha.

Namun, dalam operasi yustisi pihaknya tetap mengedepankan aspek kemanusiaan saat mengimbau masyarakat, agar menerapkan protokol kesehatan Covid-19 yang sudah ditetapkan pemerintah.

"Kami tetap mengedepankan aspek kemanusiaan, dengan cara mengimbau dan mengingatkan masyarakat selalu gunakan masker, cuci tangan dan jaga jarak, saat di luar rumah," ucapnya.

Dalam peraturan pemerintah Kota Pangkalpinang itu, masyarakat wajib mengedepankan protokol kesehatan dengan cara memakai masker di luar rumah, baik saat menjalankan aktivitas.

"Hal itu dilakukan guna mengantisipasi dan meminimalisir penyebaran dan memutuskan mata rantai covid-19, di Kota Pangkalpinang," kata Johan.

Dalam penegakan protokol kesehatan, Jajaran Polres Pangkalpinang rutin mensosialisasikan penerapan prokes Covid-19, kegiatan itu dilakukan dalam operasi Yustisi, yang dilaksanakan setiap malam.

Kegiatan tersebut menyasar ke kafe dan warung kopi yang ada di wilayah hukumnya.

Selain itu dalam operasi yustisi, kepolisian juga mengimbau kepada pelaku usaha dan pengunjung, kedepan akan dikeluarkan peraturan daerah (perda) terkait protokol kesehatan Covid 19 di Bangka Belitung.

"Kami sosialisasikan kepada pelaku usaha, untuk menetapkan prokes ditempatnya. Kalau ditemukan saat peraturan gubernur sudah keluar maka akan diberikan sanksi, hingga SP3 dilakukan penutupan," katanya.

Kepada pelaku usaha yang tidak menerapkan protokol kesehatan, diimbauan untuk membubarkan pengunjungnya. Secara sukarela demi mencegah penyebaran virus Covid-19, di Kota Pangkalpinang.

Tindakan yang dilakukan, guna mengingatkan masyarakat yang tidak mematuhi protokol kesehatan dengan tidak memakai masker agar tidak mengulangi kembali perbuatannya.

(Bangkapos.com/Yuranda)

Sumber: bangkapos.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved