Breaking News:

Berita Pangkalpinang

Pembangunan Pelabuhan Pangkalbalam Dianggarkan Rp 150 Miliar, Pemerintah Diminta Saling Sinergi

Kementerian Perhubungan telah menetapkan akan dilakukan pengembangan Pelabuhan Pangkalbalam, yang pembangunanya dilakukan pada 2021 ini.

Bangkapos.com/Riki Pratama
Anggota Komisi III DPRD Provinsi Bangka Belitung, Agung Setiawan 

BANGKAPOS.COM , BANGKA -- Kementerian Perhubungan telah menetapkan akan dilakukan pengembangan Pelabuhan Pangkalbalam, yang pembangunanya dilakukan pada 2021 ini.

Skema pembiayaan dilakukan melalui APBN murni pada tahun anggaran 2021 sebesar Rp 150 miliar dan dilanjutkan hingga 2022 mendatang, dengan bersifat multiyears.

Dengan terlaksananya pembangunam tersebut, Anggota Komisi III DPRD Provinsi Bangka Belitung, Agung Setiawan, mengharapkan pemerintah Provinsi Bangka Belitung dan Pemkot Kota Pangkalpinang saling mendukung, dalam upaya percepatan pembangnan pelabuhan Pangkalbalam di Provinsi Babel.

"Harus saling mendukung, karena lahan kan sudah di siapkan Walikota ini bisa mensuport suatu pembanguan itu cepat dan maju apabila pemerintah, pusat, daerah dan kabupaten/kota memiliki sinergi, maka pembangunan itu akan cepat sekali," jelas Agung kepada Bangkapos.com, Rabu (20/1/2021) di DPRD Babel.

Dia menambahkan, selaku Anggota Komisi III DPRD Babel, mengharapkan adanya sinergi antara pemerintah kabupaten/kota dengan provinsi, termasuk ke pemerintah  pusat, dalam mempercepat proses pengembangan suatu kawasan.

"Ini contoh, jadi kita membangun jangan untuk kepentingan pribadi, tetapi untuk kepentingan bersama agar Bangka Belitung lebih sejahtera, jangan pribadi dikedepan nanti lain, ada efek sampingnya. Saya lihat ada sinergi ada juga tidak sinergi, ini harus diperbaiki, suatu pembangun daerah akan cepat maju apabila sinergitas dibangun," tegasnya.

Polikus Nasdem ini, mengharapkan dengan adanya pengembangan Pelabuhan Pangkalbalam yang disetujui Kementrian, bisa mengatasi persoalan yang terjadi selama ini. Terutama untuk jembatan emas yang bisa dibuka seterusnya.

"Kita harapkan sifatnya bisa mampu mengatasi persoalan di dalamnya jembatan emas kita katakan masih posisi berdoa (tertutup), kita harapkan bisa terus dibuka sehingga berjalan terus lalul lintas dan berfungsi terus,"kata Agung.

Ia menambahkan, dengan berfungsinya Pelabuhan Pangkalbalam dengan kapasitas besar nantinya dan dipastikan membantu membawakan seluruh, komuditas yang ada di Babel, sehingga menjadi satu pintu.

"Seperti timah, sawit, karet dan pasir segala macamnya bisa dari Pelabuhan Pangkalbalam, sehingga ini masuk anggaran pendapatan daerah menjadi tinggi, sehingga diharapkan pelabuhan ini mampu menjadi pelabuhan yang baik di Babel,"harapnya.

Gubernur kepulauan Bangka Belitung Erzaldi Rosman juga telah pertemuan secara langsung dengan Menteri Perhubungan Budi Karya Sumadi di Kementerian Perhubungan Jakarta, pada Rabu (13/1/2021).

Dalam kesempatan itu,  menteri perhubungan sudah merespon keinginan Pemerintah dan masyarakat Provinsi kepulauan Bangka Belitung yang sudah sejak lama membutuhkan tersedianya pelabuhan.

Menteri perhubungan juga, telah memerintahkan dirjen perhubungan laut dan PT Pelindo 2 bertindak sebagai operator pelabuhan untuk berkomunikasi dan berkoordinasi dengan dinas perhubungan provinsi dan pihak KSOP Pangkalbalam serta dengan pihak-pihak terkait lainnya.

Menteri Perhubungan juga meminta segera direalisasikan hibah lahan yang dijanjikan Pemerintah kota Pangkalpinang seluas 4,5 Ha kepada kementerian perhubungan. (Bangkapos.com/Riki Pratama)

Penulis: Riki Pratama
Editor: nurhayati
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved