Breaking News:

Berita Viral

Tiga Waria Joget Tak Senonoh di Ikon Kota Pangkalpinang, Ini Kata Pengamat Hukum

Tiga orang laki-laki berpenampilan seperti wanita, sempat viral di media sosial.

Penulis: Cici Nasya Nita
Editor: nurhayati
Kolase Bangka Pos
Screenshot Video TikTok menampakkan tiga wanita menari diakhiri pamer bokong di Tugu Titik Nol Pangkalpinang 

BANGKAPOS.COM , BANGKA -- Tiga orang laki-laki berpenampilan seperti wanita, sempat viral di media sosial.

Pasalnya video berdurasi 12 detik yang diunggah di akun TikTok itu menampakan perbuatan tidak senonoh.

Akademisi sekaligus Dekan Fakultas Hukum sekaligus Dosen Hukum UBB, Dr Dwi Haryadi mengatakan video Tiktok yang viral di Tugu Nol Kilometer Kota Pangkalpinang ini dapat dilihat dari minimal dua aspek perbuatan.

"Pertama, dugaan perbuatan yang dipandang sebagian publik tidak pantas atau kurang sopan. Penilaian ini tentu subjektif dan setiap orang bisa berpendapat," ungkap Dwi, Rabu (20/1/2021) kepada Bangkapos.com.

Namun jika peristiwa ini bergeser ke proses hukum maka unsur tidak pantas atau melanggar kesusilaan sebagaimana diatur dalam KUHP atau UU ITE karena viral didunia maya harus jelas indikatornya.

"Apakah perbuatan tersebut memang melanggar kesusilaan dengan didukung alat bukti yang ada seperti keterangan ahli, petunjuk dan lain-lain," lanjutnya.

Baca juga---> Video TikTok Wanita Menari Diakhiri Pamer Bokong di Tugu Titik Nol Pangkalpinang, Wali Kota: Sadar

Baca juga---> Identitas Pemeran Video Tiktok Tak Senonoh di Tugu Titik Nol Kilometer, Kini Ditangkap Polisi

Baca juga---> Amanda Manopo Pernah Nikah di Umur 18 Tahun dan Ngaku Sudah Gagal Dua Kali, Begini Kisahnya

Kedua, peristiwa itu dilakukan di Tugu Nol Kilometer yang belum lama diresmikan pada awal tahun 2021.

Pembangunan tugu ini tentu dimaksudkan sebagai salah satu ikon Pangkalpinang sekaligus point center untuk warga berswafoto lalu diupload pada sosmednya sehingga pesona ibukota pun viral dan dikenal lebih luas.

"Terkait ini dugaan unsur penghinaan juga ada. Namun objeknya adalah terhadap sebuah ikon kota. Kita masih ingat kasus penghinaan di Yogjakarta yang sampai ke meja hijau namun subjeknya langsung ke warga Yogjakarta. Terhadap dugaan ini pun tentu butuh ketelitian dan kecermatan, ada pendalaman alasan atau motif kenapa pembuatan video tersebut dengan mengambil lokasi tersebut," jelas Dwi.

Ditegaskannya, terhadap dua dugaan perbuatan tersebut penegak hukum penting mendapatkan informasi motif atau tujuan perbuatan tersebut dilakukan dan pemeriksaan harus dilakukan kepada orang yang ada dalam video maupun perekamnya.

Halaman
1234
Sumber: bangkapos.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved