Jumat, 10 April 2026

Virus Corona di Bangka Belitung

Ini Alasan Pasien Covid-19 Tak Perlu Divaksin, Simak Penjelasan dr Masagus M Hakim

Vaksinasi Covid -19 yang sudah tiba di Pangkalpinang, diprioritaskan untuk para tenaga kesehatan (Nakes). Alasannya, para Nakes tersebut adalah garda

Penulis: Andini Dwi Hasanah |
Bangkapos.com
Kepala Dinas Kesehatan Kota Pangkalpinang, dr Masagus M Hakim 

BANGKAPOS.COM , BANGKA -- Vaksinasi Covid -19 yang sudah tiba di Pangkalpinang, diprioritaskan untuk para tenaga kesehatan (Nakes). Alasannya, para Nakes tersebut adalah garda terdepan dalam merawat para pasien Covid-19.

Hal ini ditegaskan oleh Kepala Dinas Kesehatan Pangkalpinang, dr Masagus M Hakim, Jumat (22/1/2021).

Selain itu, kata Hakim para pasien yang saat ini masih terinfeksi Covid-19 tidak lagi memerlukan suntikan vaksin. Sebab sudah pernah terinfeksi.

Menurutnya, tubuh pasien tersebut sudah membangun antibodi alami untuk melawan infeksi Virus Corona.

"Yang positif biasanya sudah mempunyai antibodi, antibodi tersebut adalah kekebalan atau imunitas terhadap Covid-19, jadi tidak perlu lagi. Walaupun antibodi tersebut bisa turun, kita prioritaskan yang belum terkena, sehingga akan mempunyai imunitas," jelas Hakim kepada Bangkapos.com, Jumat (22/1/2020).

Menurutnya, Vaksin Covid-19 yang disuntikkan itu akan membentuk imunitas buatan agar tubuh bisa membentuk antibodi.

"Sebenarnya apa yang dikerjakan proses vaksinasi ini adalah membentuk imunitas. Imunitas itu ada 2, imunitas alamiah yaitu imunitas yang terbentuk setelah mengalami infeksi Covid-19. Dan ini (vaksin) adalah imunitas buatan yang distimulasi menggunakan antigen tertentu,"  tambahnya.

Sedangkan, untuk yang dilakukan penyuntikan vaksin kemungkinan besar 65 persen tidak terkena Covid-19 lagi.

Namun demikian ada kemungkinan yang sudah pernah terpapar Covid-19 untuk terpapar kedua kalinya, sebab antibodi dalam tubuh belum terbentuk seutuhnya.

"Karena antibodinya belum terbentuk kalau dia terpapar sampai dua kali itu, karena kita belum tau yang masuk kebadannya itu berapa dosis antibodinya itu, bisa saja imunitasnya belum terbentuk jadi ada kemungkinan dia bisa terpapar kembali," katanya.

"Nah ini makannya kenapa kita pilih orang-orang yang belum terkena COVID-19, karena terbentuknya imunitas ini dilakukan secara buatan," tambahnya.

Sementara itu, di Wisma Karantina LPMP, di antara  48 kamar yang tersedia, 16 kamarnya terisi oleh pasien Covid-19. Sedangkan pasien lainnya banyak yang meminta untuk mengisolasikan diri secara mandiri di rumah.

"Iya memang banyak yang meminta untuk isolasi mandiri, sebelum kita lakukan isolasi mandiri kita akan lihat kondisi rumah seperti apa dulu, kalau memang layak untuk isolasi mandiri silahkan, kalau di rumahnya saja sudah terpenuhi fasilitas ngapain mau karantina di wisma," ujar Hakim. (Bangkapos.com/Andini Dwi Hasanah)

Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved