Breaking News:

Berita Pangkalpinang

Pengamen dan Gepeng Kian Marak di Kota Pangkalpinang, Efran Akan Tingkatkan Pengawasan

Saat ini di Kota Pangkalpinang kian marak pengamen dan gepeng yang kerap kali ditemui di beberapa lampu lalu lintas

Penulis: Rizki Irianda Pahlevy | Editor: khamelia
(Bangkapos.com/Rizky Irianda Pahlevy).
Plt. Kepala Satuan Polisi Pamong Praja (Kasatpol PP) Kota Pangkalpinang Efran 

BANGKAPOS.COM, BANGKA - Plt Kepala Satuan Polisi Pamong Praja (Kasatpol PP) Kota Pangkalpinang Efran mengungkapkan, pihaknya kini telah melakukan peningkatan pengawasan di beberapa tempat guna melakukan penertiban terhadap pengamen, gelandangan dan pengemis (gepeng) di Kota Pangkalpinang.

Saat ini di Kota Pangkalpinang kian marak pengamen dan gepeng yang kerap kali ditemui di beberapa lampu lalu lintas, seperti di lampu lalu lintas Ramayana dan lampu lalu lintas simpang tujuh Kota Pangkalpinang.

"Anggota sudah ditempatkan di beberapa titik rawan pengamen gepeng, dari hasil satu minggu ini banyak sekali yang terjaring seperti satu orang diduga koordinator anak-anak untuk mengamen," ujar Efran, Jum'at (22/01/2021).

Lebih lanjut Efran mengungkapkan akan melakukan koordinasi dengan pihak-pihak terkait, guna menyelesaikan permasalahan pengamen dan gepeng.

"Yang bersangkutan kami patut diduga koordinator, dan sudah dibawa ke Polsek Bukit Intan. Berdasarkan kata anak-anak lagi main, terus didatangi disuruh ngamen terus handphone disita. Kalau dari orang tua sudah kita panggil, dan orang tua juga tau koordinator itu sering menekan anaknya kalau gak ngamen ya gak dikasih uang. Jadi untuk pengembangan lebih lanjut paling ada di Polsek, lalu kami juga sudah koordinasi dengan Dinas Sosial," jelasnya.

Selain itu untuk pemulung yang bahkan tak jarang ditemui sering mengajak anak dibawah umur, Efran mengatakan akan meningkatkan pengawasan terhadap hal tersebut.

"Dikhawatirkan mereka ini modusnya pemulung, tapi melakukan kriminalitas. Tetapi sampai saat ini belum ada yang melapor, dan masyarakat jika ada keluhan silahkan melapor. Nanti kami akan cross  check nanti anggota akan melakukan pengawasan, kalau ada pengamen atau pemulung yang membawa anak akan kami tangkap. Tapi kalau anak dibawah umur, kami akan melakukan koordinasi dengan dinas sosial," ucapnya.

Sementara itu diketahui satu diantara pemulung yang sering membawa anak, Ita mengungkapkan nekat membawa anak karena terpaksa.

"Ku ngontrak di rumah dak ada yang jaga anak, jadi terpaksa bawalah dari pada die sendiri," kata Ite saat ditemui tak jauh dari lampu lalu lintas jalan Adhyaksa, Kota Pangkalpinang.

Dengan kondisi tersebut anaknya yang kini telah berumur tiga tahun, sering kali menemani sang ibu berkeliling mencari barang-barang bekas yang tak lagi terpakai.

Bahkan kondisinya saat ini sudah dijalaninya sejak dua tahun yang lalu, akibat kebutuhan ekonomi yang kian mendesak Ita dan keluarganya.

"Sekitar dua tahun jadi pemulung, kalau dulu sering nyari timah tapi karena dak ngasil lagi jadi pindah mulung ini," ungkapnya. (Bangkapos.com/Rizky Irianda Pahlevy).

Sumber: bangkapos.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved