Breaking News:

Sriwijaya Air Jatuh

Penyebab Jatuhnya Pesawat Sriwijaya Air SJ 182, Ini Penjelasan KNKT

Penyebab jatuhnya pesawat Sriwijaya Air SJ182 pada 9 Januari 2021 hingga kini belum diketahui.

Tribunnews/Irwan Rismawan
Flight Data Recorder (FDR) pesawat Sriwijaya Air PK-CLC dengan nomor penerbangan SJ-182 yang jatuh di perairan Kepulauan Seribu ditunjukkan di Dermaga JICT, Tanjung Priok, Jakarta Utara, Selasa (12/1/2021). FDR Sriwijaya Air SJ 182 yang ditemukan oleh tim penyelam TNI di perairan Kepulauan Seribu selanjutnya akan dibawa KNKT untuk dilakukan pemeriksaan. (Tribunnews/Irwan Rismawan) 

BANGKAPOS.COIM, JAKARTA - Penyebab jatuhnya pesawat Sriwijaya Air SJ182 pada 9 Januari 2021 hingga kini belum diketahui.

Komite Keselamatan Transportasi Nasional (KNKT) masih melakukan penyelidikan apakah masalah dengan sistem autothrottle berkontribusi pada kecelakaan pesawat yang menewaskan 62 orang penumpang termasuk kru Sriwijaya Air.

KNKT juga terus melanjutkan operasi pencarian kotak hitam Cockpit Voice Recorder (CVR), meski tim gabungan telah resmi menghentikan operasi SAR (pencarian dan pertolongan) jatuhnya pesawat Sriwijaya Air Sj 182.

Sistem autothrottle berfungsi mengontrol tenaga mesin pesawat secara otomatis.

Baca juga---> 47 Korban Sriwijaya Air SJ 182 Teridentifikasi, Pencarian Dihentikan, Kapten Afwan Belum Ditemukan

Baca juga---> Beredar Video Pesawat Turbulensi, Sempat Disebut Detik-detik Sriwijaya Air SJ-182 Ternyata Hoax

Baca juga---> Pemakaman Pramugara Sriwijaya Air, Yulian Andhika yang Murah Senyum dan Pekerja Keras Telah Pergi

Ketua Subkomite Investigasi Kecelakaan Penerbangan KNKT Nurcayho Utomo mengatakan, masalah dengan sistem autothrottle Boeing 737-500 Sriwijaya Air dilaporkan setelah penerbangan beberapa hari sebelum pesawat itu jatuh di perairan Kepulauan Seribu, Jakarta.

"Ada laporan kerusakan pada autothrottle beberapa hari sebelumnya kepada teknisi di log perawatan, tapi kami tidak tahu apa masalahnya," katanya kepada Reuters.

"Jika kami menemukan CVR (perekam suara kokpit), kami dapat mendengar diskusi antara pilot, apa yang mereka bicarakan, dan kami akan tahu apa masalahnya," ujarnya.

Menurut Nurcayho, masih belum jelas, apakah masalah dengan sistem autothrottle berkontribusi pada kecelakaan itu.

Namun, "Pesawat boleh terbang dengan sistem autothrottle yang tidak berfungsi karena pilot dapat mengendalikannya secara manual," sebut dia yang mengaku tidak bisa mengingat masalah lain dalam catatan pemeliharaan pesawat Boeing 737-500 Sriwijaya Air.

Sriwijaya belum bisa mengomentari soal teknis penyidikan sebelum KNKT mengeluarkan pernyataan resmi.

Halaman
1234
Editor: fitriadi
Sumber: Tribunnews
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved