Breaking News:

Hipertensi

Ketahui Bahaya dan Cara Mencegah Tekanan Darah Tinggi pada Ibu Hamil

Darah tinggi saat hamil jangan dianggap sepele, sebab dapat membahayakan kesehatan ibu hamil dan janin.

freepik.com
Ilustrasi ibu hamil 

BANGKAPOS.COM - Ibu hamil sering mengalami sakit kepala, pandangan kabur, dan jarang buang air kecil?

Hati-hati, bisa saja itu merupakan tanda Bumil sedang mengalami darah tinggi.

Melansir alodokter.com, darah tinggi saat hamil atau hipertensi gestasional adalah tekanan darah tinggi yang terjadi selama kehamilan.

Darah tinggi saat hamil jangan dianggap sepele, sebab dapat membahayakan kesehatan ibu hamil dan janin.

Oleh karena itu, memonitor tekanan darah selama kehamilan penting dilakukan sebagai bagian dari pemeriksaan kesehatan ibu hamil.

Terkadang, ibu hamil memiliki tekanan darah tinggi saat mengandung meski sebelum hamil selalu normal.

Baca juga: Kenapa Ibu Hamil Bukan Kelompok Prioritas Penerima Vaksin Covid 19?

Jika tekanan darah calon ibu tinggi, yaitu di atas 130 mm Hg/80 mm Hg, di usia 20 minggu kehamilan maka ibu bisa mengalami pre-eklampsia yang merupakan kondisi berbahaya bagi ibu dan juga janin.

Di Indonesia, preeklampsia diperkirakan dialami 7-10 persen ibu hamil.

Pada ibu, kondisi ini bisa memicu kejang dan stroke, sementara pada bayi dapat menyebabkan persalinan prematur (sebelum 37 minggu) dan berat badan bayi rendah.

Hipertensi saat hamil dapat membuat bayi kekurangan oksigen dan nutrisi yang dibutuhkannya untuk tumbuh.

Halaman
12
Editor: suhendri
Sumber: Kompas.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved