Breaking News:

Berita Belitung

Satpol PP Belitung Temukan Ratusan Sachet Obat Batuk dan Belasan Lem Dijualbelikan di Toko Kelontong

Satpol PP Kabupaten Belitung bersama BNN Kabupaten Belitung dan Loka POM Belitung melakukan penulusuran penyalahgunaan obat-obatan

Penulis: Disa Aryandi | Editor: nurhayati
Posbelitung.co/Disa Aryandi
Rombongan Satpol PP Kabupaten Belitung bersama BNNK Belitung dan Loka POM Belitung menemukan penjualan obat batuk, Sabtu (24/1/2021). 

BANGKAPOS.COM -- Satpol PP Kabupaten Belitung bersama BNN Kabupaten Belitung dan Loka POM Belitung melakukan penulusuran penyalahgunaan obat-obatan di wilayah Tanjungpandan pada Sabtu (23/1/2021) malam.

Rombongan menemukan 854 sachet obat batuk, 12 kaleng lem dan obat jenis lainnya berlogo merah yang diduga diperjualbelikan tidak sesuai peruntukan di Toko Apat di Jalan Perumnas, Desa Aik Pelempang Jaya, Kecamatan Tanjungpandan, Kabupaten Belitung.

Berdasarkan informasi Satpol PP, Toko Apat sebelumnya pernah menjual obat batuk 492 butir dan obat batuk 543 sachet pada Maret 2020 lalu.

"Setelah kami telusuri ternyata Apat ini pada Maret 2020 pernah kami proses. Pada saat itu yang bersangkutan pernah membuat pernyataan tidak akan mengulangi lagi," ujar Kasat Pol PP Kabupaten Belitung Azhar, Minggu (24/1/2021).

Azhar mengatakan obat-obatan tersebut diduga diperjualbelikan bukan untuk obat tapi memanfaatkan efek sampingnya. Oleh sebab itu, Satpol PP akan memanggil pemilik toko untuk meminta keterangannya hari ini, Senin (25/1/2021).

Menurutnya kegiatan pada malam itu merupakan tindaklanjut dari informasi dua warga yang sebelumnya diamankan Satpol PP pada Rabu (20/1/2021) malam.

Berdasarkan pengakuan pasangan kekasih itu, mereka sempat mengonsumsi obat batuk ratusan butir dan dibeli dari toko kelontongan di wilayah Tanjungpandan.

"Berdasarkan keterangan yang bersangkutan, mereka telah mengonsumsi ratusan butir dan kami juga telah assesment ke BNNK. Berdasarkan informasi itu kami lakukan penulusuran dimana mereka membeli obat-obatan itu," katanya.

Azhar menegaskan dalam pelaksanaan penertiban maupun pengawasan, pihaknya selalu melibatkan instansi samping sesuai kewenangan. Misalnya terkait Undang-Undang Napza melibatkan BNNK, pengawasan obat-obatan melibatkan Loka POM dan TNI Polri ketika menertibkan tempat hiburan malam. Sebab, dirinya ingin melebihi kewenangan dari Satpol PP yang sudah diatur dalam perda.

"Alhamdulillah selama ini sinergi kami berjalan baik," kata Azhar.

Halaman
123
Sumber: bangkapos.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved