Breaking News:

Anak Kandung Tuntut Ibunya ke Pengadilan, Mbah Raminsah: Saya Dihina Kalau Meninggal Jadi Babi 

Anak Kandung Tuntut Ibunya ke Pengadilan, Mbah Raminsah: Saya Dihina Kalau Meninggal Jadi Babi 

TRIBUN JATENG/IWAN ARIFIANTO
Ramisah menunjukan foto Maryanah di album foto miliknya. Maryanah menggugat ibu kandungnya sendiri lantaran menyoal tanah yang kini menjadi rumah ibunya dan warung kopi di Kelurahan Candiroto, Kendal, Senin (25/1/2021) 

BANGKAPOS.COM, SEMARANG ---Rapuhnya rumah reot seluas 4 x 7 meter beralas plester semen ternyata serapuh hati pemilik rumah, Ramisah (67), yang kini hatinya kelu lantaran harus berhadapan dengan hukum akibat gugatan anak kandungnya, Maryanah (45).

Maryanah gugat ibu kandungnya di Pengadilan Negeri Kendal lantaran menuntut tanah yang diklaim dibeli dari hasil kerjanya sewaktu jadi TKW di Malaysia. 

Dia tak peduli wanita yang melahirkannya itu sudah renta dan tetap menggulirkan kasus itu. 

Kasus itu sedang diproses di Pengadilan Negeri Kendal. 

Ramisah juga tak habis pikir, anak kandungnya sendiri tega memperkarakannya di meja pengadilan. 

"Iya betul memang soal tanah padahal itu kerja keras almarhum suami dan saya," katanya warga  Candiroto, Kendal, kepada Tribunjateng.com, Senin (25/1/2021).

Dia menyebut, ada dua lokasi tanah yang bermasalah dengan anaknya. 

Pertama tanah dalam bentuk sawah seluas 280 meter  persegi atas nama Ngaman atau almarhum suaminya yang berlokasi di Kelurahan Sukodono, Kendal. 

Kepemilikan sawah tersebut masih dalam bentuk akta jual beli resmi. 

Menurutnya,tanah itu kini telah dijual Maryanah kepada seseorang secara diam-diam pada tahun 2020.

Halaman
1234
Editor: M Zulkodri
Sumber: Tribun Jateng
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved