Breaking News:

Cerita Sedih Asep Memilah Perhiasan Milik Korban Sriwijaya Air, Tiba-tiba Teringat Ibunya Karena Ini

Asep yang terbiasa dengan potongan tubuh manusia menemukan momen yang membuatnya sedih.

Tribunnews/Irwan Rismawan
Flight Data Recorder (FDR) pesawat Sriwijaya Air PK-CLC yang jatuh di perairan Kepulauan Seribu ditunjukkan di Dermaga JICT, Tanjung Priok, Jakarta Utara, Selasa (12/1/2021). 

BANGKAPOS.COM - Esa Asep Saefudin, penyelam bersertifikat yang tergabung dalam Basarnas mendadak sedih saat mengenang aktivitasnya melakukan pertolongan korban kecelakaan Sriwijaya Air beberapa waktu lalu.

Pada kesempatan itu, dia menjadi tim yang memilah anggota tubuh manusia dan serpihan pesawat.

Asep yang terbiasa dengan potongan tubuh manusia menemukan momen yang membuatnya sedih.

Dia mendapati sejumlah perhiasan berupa cincin, gelang, dan kalung yang ditemukan tim penyelam.

Pemuda Purwakarta itu membayangkan pemilik perhiasan itu adalah seorang ibu.

"Dalam batin saya, mungkin ibu itu mengumpulkan perhiasannya dengan jerih payah.

Tapi malah berakhir seperti ini. Di situ saya menjadi sangat emosional," ceritanya kepada TribunJakarta.com di Kantor Basarnas Jakarta, Kota Tangerang pada Senin (25/1/2021).

Asep lalu terpikir jika yang menjadi korban itu adalah ibunya sendiri.

"Dengan kondisi seperti itu saya membayangkan, bagaimana kalau terjadi dengan ibu saya.

Saya sebagai anak benar-benar goyah walaupun sudah terbiasa melakukan tugas ini," ucapnya.

Tim SAR menemukan uang tunai dan pakaian yang diduga milik korban jatuhnya pesawat Sriwijaya Air SJ 182, Selasa (12/1/2021).
Tim SAR menemukan uang tunai dan pakaian yang diduga milik korban jatuhnya pesawat Sriwijaya Air SJ 182, Selasa (12/1/2021). (YouTube Kompas TV)
Halaman
1234
Editor: Alza Munzi
Sumber: TribunStyle.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved