Breaking News:

Berita Krimina

Hakim Tolak Gugatan Praperadilan Rasduki, Satreskrim Polres Pangkalpinang Lanjutkan Penyidikan

Satuan Reserse Kriminal (Satreskrim) Polres Pangkalpinang dinyatakan menang dalam gugatan sidang praperadilan di Pengadilan Negeri (PN) Pangkalpinang,

Penulis: Yuranda | Editor: Fery Laskari
net
ilustrasi 

BANGKAPOS.COM, BANGKA -- Rasduki (45), Warga Gang Musala RT 011 Kelurahan Simpang Perlang Kecamatan Koba Kabupaten Bangka Tengah, sebagai pemohon gugatan praperadilan di Pengadilan Negeri (PN) Pangkalpinang, tak bisa berbuat apa-apa karena permohonannya ditolak hakim.

Praperadilan itu digelar, terkait kasus tindak pidana pengerusakan terhadap tiga plang milik Tim Aset Pemkot Pangkalpinang di Jalan Tempat Pelelangan Ikan, Kelurahan Temberan, Kecamatan Bukitintan, Pangkalpinang beberapa waktu lalu.

Persidangan praperadilan itu dipimpin Hakim Tunggal, Tanti Helen Manalu SH MH.

Dalam amar putusannya, hakim menolak seluruh gugatan pemohon. Keputusan ini diputuskan dalam sidang praperadilan yang digelar pada Selasa (26/1/2021) siang.

"Dengan menangnya gugatan prapedilan ini membuktikan bahwa Satreskrim Polres Pangkalpinang melakukan penyidikan sudah secara profesional dan prosedural sesuai aturan dan perundangan yang berlaku," kata Kasat Reskrim Polres Pangkalpinang, AKP Adi Putra kepada Bangkapos.com, Selasa (26/1/2021).

Kasat menceritakan, kejadian ini bermula dari laporan Lenawati (41) seorang PNS dengan mengatas namakan Pemkot Pangkalpinang ke Polres Pangkalpinang, 4 September 2020 lalu sekitar Pukul 09.27 WIB.

Dalam laporan 18 Agustus 2020 lalu disebutkan, Tim aset Pemkot Pangkalpinang melakukan pengamanan aset melalui cara melakukan pemasangan tiga yang dipasang melalui cara menanam.

Kemudian dilakukan penguatan cor semen serta batu bata merah di Jalan Tempat Pelelangan Ikan Kelurahan Temberan Kecamatan Bukitintan Pangkalpinang.

Namun setelah dipasang, kata Kasat, sekitar Pukul 15.30 WIB terjadi dugaan tindak pidana pengerusakan terhadap tiga plang milik Pemkot Pangkalpinang yang diduga dilakukan oleh, Rasduki melalui cara mencabut, merusak, mematahkan dan memindahlan tiga plang yang sudah terpasang tersebut.

Dalam modus operandinya, pelaku mencabut tiga plang tersebut karena alasan bahwa mendapatkan saran  Mastoni dan Syamsuri karena telah menutupi plang milik Syamsuri.

Setelah dilakukan gelar perkara untuk menetapkan peran Rasduki, akhirnya diakui Adi, berdasarkan alat bukti, keterangan saksi dan keterangan saksi ahli ditemukan fakta dan cukup bukti bahwa terhadap perbuatan Rasduki telah melanggar Pasal 406 KUHP.

"Selanjutnya setelah memenangkan prapedilan ini, kita akan melengkapi administrasi penyidikan dan melakukan gelar kembali terhadap peran Mastoni dan Syamsuri," kata Kasat. (Bangkapos.com/Yuranda) 

Sumber: bangkapos.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved