Breaking News:

Human Interest Strory

Kisah Petugas Pemakam Jenazah Pasien Covid-19, Dedi Terpaksa Sering Mandi Disinfektan  

Sebagai garda terdepan saat Pandemi Covid-19, Sekretaris Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Pangkalpinang, Dedi Revandi yang juga merupakan P

bangkapos.com
Sekretaris Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kota Pangkalpinang, Dedi Revandi yang juga merupakan petugas pemakaman jenazah Covid-19, Selasa (26/01/2021).(Bangkapos.com/Rizky Irianda Pahlevy) 

BANGKAPOS.COM , BANGKA - Sebagai garda terdepan saat Pandemi Covid-19, Sekretaris Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Pangkalpinang, Dedi Revandi yang juga merupakan Petugas Pemakaman Jenazah Covid-19, mengaku bekerja ikhlas atas nama kemanusiaan.

Berbagai suka cita dirasakan Dedi Revandi saat melakukan pemakaman Jenazah Pasien Corona atau Covid-19.

Menggunakan alat pelindung diri (APD) panas dan gerak gerik yang terbatas tentunya membuat kesan tersendiri bagi Dedi Revandi.

Bagi pria kelahiran 19 September 1976 ini, hujan, panas hingga dinginnya malam tentunya bukan halangan bagi Dedi bersama rekan petugas lain untuk memakamkan Jenazah Covid-19, sesuai protokol kesehatan.

Selain itu tingginya angka kematian akibat Covid-19, membuat dirinya harus bersiap 24 jam guna mengantisipasi panggilan kemanusiaan untuk melakukan pemakaman.

Seperti yang terjadi pada Minggu (03/1/2021) lalu, terdapat tiga Pasien Covid-19 yang meninggal pada hari yang sama.

Sementara itu, data BPBD Pangkalpinang sejak 1 Januari 2021 hingga 23 Januari 2021, tercatat sudah 30 Jenazah Pasien Covid-19 yang dimakamkan Dedi Revandi bersama rekan-rekan lainnya.

"Kita juga pernah, kita memakamkan tiga jenazah dalam sehari. Bahkan jaraknya itu hanya seling dua jam saja antara pemakaman. Jadi saat itu tim kami belum dibagi jadi tiga tim seperti saat ini, jadi saat itu anggota kami dibantu dengan provinsi melaksanakan prosesi pemakaman terus menerus. Lelah iya, tapi ini suatu panggilan kemanusiaan yang juga merupakan tugas kami," ujar Dedi Revandi, Selasa (26/1/2021).

Rasa kekhawatiran dan takut pun diungkapkanya menjadi sifat manusiawi, kala Revandi harus mengangkat peti jenazah hingga harus mengnguburkan jenazah.

"Rasa kekhawatiran pasti ada kita gak pungkiri ada rasa ketakutan tentang keselamatan kita, tapi ini merupakan fardhu kifayah seiring dengan niat baik kita singkirkan ketakutan itu," katanya.

Halaman
12
Penulis: Rizki Irianda Pahlevy
Editor: Fery Laskari
Sumber: bangkapos.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved