Breaking News:

Sebatang Kayu Ditancapkan, Empat Dukun Aik Belitung Gelar Ritual Mencari Dandi yang Diterkam Buaya

Pencarian Dandi (20) yang menjadi korban serangan buaya, harus melibatkan dukun. Ritual adat dilakukan dengan tujuan keberadaan korban dapat diketahui

kolase foto bangkapos.com/teefarm dari Pixabay
Kolase foto petugas saat membawa senapan serbu dalam upaya pencarian korban serangan buaya di Teluk Merambun, Tanjunglabun, Desa Limbongan, Belitung Timur, Senina (25/1/2021) 

BANGKAPOS.COM - Pencarian Dandi (20) yang menjadi korban serangan buaya, harus melibatkan dukun. Ritual adat dilakukan dengan tujuan keberadaan korban dapat diketahui.

Tak hanya satu, tetapi empat dukun yang  turun melakukan ritual adat untuk mencari Dandi korban serangan buaya di Teluk Merambai, Tanjunglabun, Desa Limbongan, Belitung Timur.

Keempat dukun atau tokoh adat ini dilibatkan karena daerah tersebut merupakan perbatasan teritorial.

Keempat dukun ini adalah Kik Sadi (Dukun Kampong Limbongan), Dukun Air dan Dukun Buaya Desa Batu Penyu dan dukun air Kampong Batu Air.

Saat proses pencarian, dukun tampak turun ke air.

Menurut kepercayaan, para dukun air iini sedang berkomunikasi dan meminta petunjuk di mana keberadaan korban.

Pantauan posbelitung.co, warga pun berjejer di atas pelabuhan melihat dukun air itu beraksi.

Dia tampak mengahadap ke arah batas air dan daratan.

Dukun lainnya juga meminta pakaian yang dikenakan korban agar ditancapkan di sebatang kayu tepat di lokasi korban diterkam.

Selain itu, dukun lainnya, minta tim pencarian korban mencari ke arah muara Sembulu.

Halaman
1234
Penulis: Suharli
Editor: Teddy Malaka
Sumber: bangkapos.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved