Breaking News:

Sebatang Kayu Ditancapkan, Empat Dukun Aik Belitung Gelar Ritual Mencari Dandi yang Diterkam Buaya

Pencarian Dandi (20) yang menjadi korban serangan buaya, harus melibatkan dukun. Ritual adat dilakukan dengan tujuan keberadaan korban dapat diketahui

kolase foto bangkapos.com/teefarm dari Pixabay
Kolase foto petugas saat membawa senapan serbu dalam upaya pencarian korban serangan buaya di Teluk Merambun, Tanjunglabun, Desa Limbongan, Belitung Timur, Senina (25/1/2021) 

Sungai Sembulu diketahui adalah suatu kawasan di Belitung Timur yang dikenal terdapat banyak buaya.

Sungai ini diketahui tembus atau bermuara di Teluk Merambai, lokasi Dandi diserang buaya.

"perahu karet tidak bisa masuk ke sana. Jadi pakai dolphin," ujar Suharli melaporkan.

Upaya Pencarian Kemarin

Pencarian korban kemarin terkendala cuaca.

Pantauan Posbelitung.co kemarin, dua rubber boat dikerahkan untuk mencari korban.

Pencarian juga dibantu warga sekitar menggunakan kapal nelayan.

Tim menyisir Teluk Merambai, Tanjung Labun, Desa Limbongan, Kecamatan Gantung, Belitung Timur.

Danpos SAR Belitung, Rahmatullah Hasyim menuturkan, ada saksi yang melihat buaya sepanjang 6 meter di sekitar tempat tersebut.

Sehingga tim SAR gabungan harus waspada.

Pun demikian dengan warga yang ikut dalam proses pencarian.

"Karena menurut saksi ukuran buaya panjangnya sekita 6 meter, kami harapkan Tim SAR Gabungan juga berhati-hati, bila melihat korban juga harus melihat situasi disekitarnya, jangan sampai terjadi hal yang tidak diinginkan," ujarnya.

Saat proses pencarian, tim juga bertemu dengan sejumlah buaya.

Tapi tak bisa dipastikan buaya mana yang telah menyerang Dandi.

"Untuk posisi korban saat ini kami belum tahu, pencarian korban akan dilanjutkan besok Selasa (26/1)," ucapnya.

Proses pencarian kemarin terkendala cuaca yang tak mendukung hingga akhirnya dihentikan.

"Kendala kami cuaca hujan deras dan banya hewan buas yang berkeliaran," ujar Danpos SAR Belitung, Rahmatullah Hasyim di lokasi kejadian.

Serangan Pertama di Pantai

Kepala BPBD Belitung Timur yang juga mejabat sebagai Sekda Beltim, Ikhwan Fahrozi ikut turun langsung ke lapangan saat pencarian korban dilakukan.

Dia menyebut, bahwa kejadian ini adalah kejadian pertama serangan buaya di pantai.

Sebelumnya, buaya menyerang warga di sungai atau muara sungai, dan bukan di pantai.

"Ini dibibir pantai di pinggir karang yang notabanenya air asin, jadi ini pertama kali. Beda dengan kejadian sebelumnya," ujar Ikhwan.

Ikhwan mengakui ada sejumlah laporan kemunculan buaya di pesisir pantai.

Namun, tak pernah ada serangan buaya sampai kemudian Dandi jadi korbannya.

"Memang beberapa waktu lalu mereka muncul di pesisir pantai namun belum ada kejadian hingga memakan korban," ujarnya.

Baca juga: Buaya dan Manusia Saling Serang di Bangka Belitung, Bertelur Dekat Jalan dan Percaya Pantangan

Kejadian sebelumnya

Teluk Merambai, Tanjung Labun, Desa Limbongan, Belitung Timur disebut sebagai tembusan Sungai Sembuluk.

Sungai itu memang terdapat banyak buaya.

Satu di antaranya adalah kejadian pada 2018, tepatnya bulan Februari.

Korbannya adalah Juhardi (47) nelayan Dusun Batu Air yang dilaporkan hilang saat memukat ikan.

Saat itu, seorang warga, KA Jusni (55) menuturkan, buaya di muara Sungai Sembulu memang kerap terlihat.

Apalagi saat malam hari.

Buaya dengan panjang tujuh meter biasa terlihat oleh nelaya‎n.

"Kadang terlihat matanya," kata dia saat sedang menyaksikan upaya pencarian Juhardi.

Saat itu, menurut Koordinator Tagana Beltim Mahroni Hidayat, sejak tahun 2000-an hingga 2018, buaya di muara Sungai Sembulu telah menyerang enam ‎orang.

"Dari enam orang, cuma satu yang utuh ditemukan. Yang lainnya ada yang ketemu pahanya. Yang jelas sering kejadian seperti ini," ujarnya.

Serangan tersebut terjadi pada 2012, 2014, 2016, dan 2018 ini.

Pada Maret 2016 lalu misalnya, buaya menyerang nelayan yang sedang berada di atas perahu‎.

Meski kerap menjadi sasaran buaya, nelayan tetap melaut di sekitar muara Sungai Sembulu.

Kawasan ini dikenal nelayan sebagai kawasan yang dikenal mudah mencari ikan. 

Berikut adalah video buaya Sungai Sembuluk, yang mati pada 2015 lalu:

(posbelitung.co/Dedy Qurniawan/Suharli)

Penulis: Suharli
Editor: Teddy Malaka
Sumber: bangkapos.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved