Breaking News:

Panglima Militer Israel Letjen. Aviv Kohavi Tegaskan Kesiapan Rencana Serang Iran

Panglima Militer Israel Letjen. Aviv Kohavi Tegaskan Kesiapan Rencana Serang Iran

AFP/Iranian Army office
Militer Iran melakukan latihan di sebuah lokasi yang dirahasikan pada Rabu (6/1/2021). 

BANGKAPOS.COM, TEL AVIV -- Kepala militer Israel telah memerintahkan pasukannya meningkatkan persiapan untuk kemungkinan tindakan ofensif terhadap Iran pada tahun mendatang.

Selain itu, Kepala militer Israel pada Selasa juga telah memperingatkan pemerintahan Biden agar tidak bergabung kembali dengan kesepakatan nuklir Iran 2015, bahkan jika itu dilakukan dengan memperkuat sejumlah persyaratan. 

Adapun Komentar Letjen. Aviv Kohavi datang ketika Israel dan Iran berusaha menekan Presiden Joe Biden menjelang pengumuman yang diharapkan tentang pendekatannya untuk menangani program nuklir Iran.

Di Iran, para pemimpin mengatakan mereka tidak akan menunggu tanpa batas waktu Biden untuk bertindak menyelamatkan kesepakatan nuklir.

Kesepakatan 2015 membatasi program nuklir Iran dengan imbalan pelonggaran sanksi ekonomi yang melumpuhkan.

Baca juga: Rudal Presisi Sudah Berlipat Ganda, Pemimpin Hizbullah Terang-terangan Tebar Ancaman kepada Israel

Baca juga: Komjen Pol Listyo Sigit Prabowo Jadi Kapolri, Profesi 3 Anaknya Ternyata Tak Kalah Mentereng

Baca juga: SA dan LI Dulu Saling Menyukai, VCS Tengah Malam, Rekaman Disimpan, Wanita ini Dipaksa Jadi Pemuas

Israel sangat menentang kesepakatan itu, dengan mengatakan itu tidak termasuk pengamanan yang cukup untuk mencegah Iran mengembangkan senjata nuklir.

Itu menyambut baik penarikan administrasi Trump dari perjanjian pada 2018.

Biden mengatakan dia akan berusaha untuk menghidupkan kembali kesepakatan itu, dengan beberapa perubahan.

Dalam pidatonya di Institute for National Security Studies, Kohavi mengatakan kesepakatan kembali, meskipun dengan beberapa perbaikan, "buruk secara operasional dan buruk secara strategis”.

Dia mengatakan, mengizinkan Iran untuk melanjutkan program nuklir akan menjadi "ancaman yang tidak dapat diterima dan akan mengarah pada proliferasi nuklir di seluruh wilayah."

Halaman
12
Editor: Asmadi Pandapotan Siregar
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved