Breaking News:

Berita Pangkalpinang

Dinas PUPR Lakukan Normalisasi Sungai, Keruk Sedementasi Suluran Air di Pangkalpinang

Kepala Dinas Pekerjaan Umum Kota Pangkalpinang, Suparlan Dulaspar menyebutkan, pihaknya gencar lakukan pengerukan sedimentasi

Penulis: Andini Dwi Hasanah | Editor: nurhayati
Dinas PUPR Lakukan Normalisasi Sungai, Keruk Sedementasi Suluran Air di Pangkalpinang - keruk3.jpg
Ist/Suparlan
Dinas PUPR kerahkan ekskavator mengatasi sedimen dan mengangkat sampah di saluran Linggarjati, untuk menanggulangi genangan saat hujan deras.
Dinas PUPR Lakukan Normalisasi Sungai, Keruk Sedementasi Suluran Air di Pangkalpinang - keruk3.jpg
Ist/Suparlan
Dinas PUPR kerahkan ekskavator mengatasi sedimen dan mengangkat sampah di saluran Linggarjati, untuk menanggulangi genangan saat hujan deras.
Dinas PUPR Lakukan Normalisasi Sungai, Keruk Sedementasi Suluran Air di Pangkalpinang - keruk4.jpg
Ist/Suparlan
Dinas PUPR kerahkan ekskavator mengatasi sedimen dan mengangkat sampah di saluran Linggarjati, untuk menanggulangi genangan saat hujan deras

BANGKAPOS.COM , BANGKA -- Kepala Dinas Pekerjaan Umum Kota Pangkalpinang, Suparlan Dulaspar menyebutkan, pihaknya gencar lakukan pengerukan sedimentasi untuk menormalisasi sungai yang ada di Kota Pangkalpinang.

"Seperti Linggarjati, jalan Ahmad Yani, keluarahan Bukit Sari, dengan Kelurahan Gedung Nasional kemarin sudah kita angkat sedimentasinya, dan hari ini kita lakukan pengerukan kembali di Jalan Trem. Ini kita lakukan untuk menormalisasi sungai kita ini lah, sedikitnya kita berusaha untuk memperlancar air jika curah hujan cukup tinggi nantinya," jelas Suparlan kepada Bangkapos.com, Kamis (28/1/2021).

Menurutnya, kalau untuk menghilangkan seutuhnya banjir di Kota Pangkalpinang ia tidak mampu, hanya saja pihaknya selalu berusaha semaksimal mungkin untuk memininalisir terjadi banjir.

"Kalau menghilangkan banjir itu susah karena eksisting tanah Pangkalpinang seperti kuali, jadi daerah Puncak sampai Pelipur terus jalan Balai kondisinya seperti itu. Sehingga kondisi pasang seperti saat ini kondisi air sama posisinya, dengan tanah disana. Tapi kita tetap berbuat dengan di normalisasi, setidaknya mempercepat air surut," jelasnya.

Untuk normalisasi khusunya sungai Rangkui, Parlan kembali menegaskan pihaknya terus melakukan pengerukan sendimentasi sungai untuk meminimalisir terjadinya banjir serta mempercepat surutnya air jika terjadi banjir.

Dinas PUPR kerahkan ekskavator mengatasi sedimen dan mengangkat sampah di saluran Linggarjati, untuk menanggulangi genangan saat hujan deras.
Dinas PUPR kerahkan ekskavator mengatasi sedimen dan mengangkat sampah di saluran Linggarjati, untuk menanggulangi genangan saat hujan deras. (Ist/Suparlan)

Kasi Pemeliharaan SDA, Rony Andrika saat dilapangan menuturkan ekskavator dikerahkan di saluran Linggarjati yang meliputi Kelurahan Bukit Merapin hingga kawasan Kampung Seberang dan Kelurahan Gedung Nasional pada Rabu, (27/01/2021).

Sebanyak, 15 rit truk pasir yang telah diangkut dari saluran tersebut.

"Ini adalah upaya pencegahan mengurangi adanya genangan air, dikarenakan intensitas curah hujan yang cukup tinggi di Kota Pangkalpinang, maka dengan ini kami bersama tim mengantisipasi akan terjadinya hal yang tidak diinginkan seperti banjir dan permasalahan yang lain," jelas Rony.

Diakuinya, kegiatan pengerukan ini sempat mengalami kendala karena lokasi jangkauan berada dekat rumah warga sehingga alat tersebut susah menjangkau.

"Selain membersihkan pada saluran Linggarjati, sebelumnya telah dilakukan normalisasi pada Juni 2020 dan selama kurun waktu tujuh bulan, laju sedimentasi mencapai 50 cm," sebutnya.

Rony mengimbau agar masyarakat selalu waspada di tengah kondisi cuaca saat ini.

"Kita juga mengajak masyarakat untuk ikut bekerja sama menjaga lingkungan agar tumpukan sampah tidak mengendap pada saluran yang menyebabkan terjadinya genangan," imbau Roni.

(Bangkapos.com/Andini Dwi Hasanah)

Sumber: bangkapos.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved