Breaking News:

Berita Bangka Selatan

Pasca Satu Motor Terbakar Usai Isi BBM, Aktivitas SPBU Parit 9 Tetap Normal

Satu unit otor terbakar usai melakukan pengisian BBM di Stasiun Pengisian Bahan Bakar Umum (SPBU) bernomor 24.331.134

Editor: nurhayati
(Bangka Pos/Jhoni Kurniawan)
Kondisi terkini di SPBU Parit 9 Desa Gadung usai adanya satu unit sepeda motor terbakar 

BANGKAPOS.COM , BANGKA -- Satu unit otor terbakar usai melakukan pengisian BBM di Stasiun Pengisian Bahan Bakar Umum (SPBU) bernomor 24.331.134, di Dusun Parit 9 Desa Gadung, Toboali, Kabupaten Bangka Selatan, Rabu (27/1) sekitar pukul 07.40 WIB.

Kejadian ini sempat menyebabkan kepulan asap dan api yang cukup besar di sekitar kawasan tersebut. Petugas SPBU pun berhasil memadamkan api dengan menggunakan alat pemadam api ringan (APAR).

Petugas SPBU, Ginda mengakui jika hanya ada satu motor yang terbakar dalam kejadian ini.

"Kejadiannya setelah motor itu mengisi bensin, saat mau menyalakan motornya malah terbakar dan menimbulkan api," kata Ginda.

Kebakaran yang terjadi di SPBU Parit 9 Desa Gadung pada Rabu, (27/1/2021)
Kebakaran yang terjadi di SPBU Parit 9 Desa Gadung pada Rabu, (27/1/2021) (Istimewa)

Pihaknya menduga terbakarnya motor ini akibat korsleting pada perapian motor.

"Kemungkinan akibat korsleting, karena sebelumnya pemilik motor ini mengisi bahan bakar namun ternyata saat hendak menyalakan motor malah muncul api," jelasnya.

Pasca-kejadian, aktivitas di SPBU terpantau kembali normal. Hanya terlihat bekas asap dan air di tempat kejadian kebakaran ini.

"Setelah lebih kurang 15 menit ditangani dengan bantuan APAR, api berhasil dipadamkan dan kini kegiatan kami di sini sudah kembali normal," ungkap Ginda.

Rumah Warga Terbakar

Ilustrasi Kebakaran
Ilustrasi Kebakaran (Darwinsyah/BangkaPos)

Musibah kebakaran juga menimpa Rizal (35) , warga Dusun lalang, Desa Bakit, Kecamatan Parittiga, Bangka Barat, Selasa (26/1/2021) malam. Rumah semi permanen miliknya, ludes terbakar.

Camat Parittiga, Madirisa mengatakan kebakaran diduga dipicu dari hubungan arus pendek listrik. "Kalau korban jiwa tidak ada, cuma kerugian mencapai puluhan juta rupiah," kata Madirisa.

Dirinya mengakui Rizal sempat panik karena mengira jika anaknya masih di dalam rumah saat kebakaran terjadi. Kejadian ini pun membuat bagian tubuh Rizal mengalami luka bakar.

"Karena waktu itu dia mengira anaknya sedang mandi, makanya dia nekat menerobos kobaran api, untungnya anaknya tadi sudah keluar pergi," pungkas Madirisa. (Bangkapos.com/Jhoni Kurniawan/Antoni Ramli)

Sumber: bangkapos
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved