Breaking News:

Virus Corona di Bangka Belitung

UPDATE Sebanyak 4.001 Nakes Telah Divaksinisasi dari Empat Wilayah di Bangka Belitung, Ini Datanya

Sebanyak 23.320 vaksin yang diterima Bangka Belitung, secara bertahap didistribusikan ke wilayah kabupaten atau kota di Bangka Belitung.

Penulis: Cici Nasya Nita | Editor: nurhayati
Bangkapos.com
Kepala KKP Pangkalpinang, dr Bangun 

BANGKAPOS.COM , BANGKA -- Sebanyak 23.320 vaksin yang diterima Bangka Belitung, secara bertahap didistribusikan ke wilayah kabupaten atau kota di Bangka Belitung.

Juru Bicara Vaksinisasi di Bangka Belitung sekaligus Kepala Kantor Kesehatan Pelabuhan (KKP) Kelas III Pangkalpinang, dr Bangun Cahyo Utomo membeberkan persentase tenaga medis yang telah menerima vaksinisasi.

Terdata hingga tanggal Rabu, (27/1/2021) jumlah penerima yang sudah vaksin di kota Pangkalpinang sebanyak 1.692 orang atau 62,62 persen dari jumlah sasaran 2.702 orang

Jumlah penerima yang sudah vaksin di kabupaten Bangka sebanyak 1.564 atau 43,97 persen dari jumlah sasaran 3.557 orang.

Jumlah penerima yang sudah vaksin di kabupaten Bangka Barat sebanyak 36 orang atau 2,31 persen dari jumlah sasaran 1.557 orang.

Jumlah penerima yang sudah vaksin di kabupaten Belitung sebanyak 709 orang atau 46,37 persen dari jumlah sasaran 1.529 orang

Bila ditotalkan maka ada sudah sebanyak 4.001 yang telah divaksinisasi di empat wilayah Bangka Belitung.

"Semua fasilitas kesehatan yang melakukan pelayanan vaksinasi telah membuat jadwal secara cermat setiap harinya untuk melakukan pelayanan vaksinasi Covid-19," kata dr Bangun, Kamis (28/1/2021).

Sesi pelayanan vaksinasi di mulai dari jam 08.30 wib dan berakhir pada jam 15.00 wib setiap harinya dengan jumlah maksimal sasaran yang dilayani yaitu sebanyak 30 orang sasaran.

"Selain upaya vaksinasi yang telah dilakukan, pemerintah pun tetap berupaya memastikan agar pelaksanaannya berjalan sesuai dengan protokol kesehatan dan berkualitas. Salah satunya adalah dengan pembatasan jam layanan dan pembatasan jumlah sasaran yang dilayani," jelas dr Bangun.

Hal ini dilakukan bukan hanya untuk menghindari kerumunan tetapi setiap sasaran yang telah mendapatkan vaksinasi wajib di observasi selama 30 menit sejak pemberian vaksin.

"Jika selama masa observasi tidak ditemukan keluhan klinis maka sasaran baru diperbolehkan pulang dan tentu saja berhak mendapatkan sertifikat vaksinasi," kata dr Bangun.

(Bangkapos.com/Cici Nasya Nita)

Sumber: bangkapos.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved