Breaking News:

Metode Baru Cek Covid-19, Jika China Lewat Anal atau Dubur, Indonesia Bisa Tes Lewat Bau Ketiak

Metode Baru Cek Covid-19, Jika China Lewat Anal atau Dubur, Indonesia Bisa Tes Lewat Bau Ketiak

Penulis: Teddy Malaka (CC)
Editor: Teddy Malaka
KOMPAS.COM/KRISTIANTO PURNOMO
Ilustrasi petugas medis Covid-19 

BANGKAPOS.COM, JAKARTA - Inovasi teknologi untuk mendeteksi COvid-19 terus berkembang. Jika China menemukan cara baru yakni metode usap dubur (anal). Indonesia juga menemukan cara terbaru, yakni tes Covid lewat bau ketiak.

Teknologi untuk mendeteksi apakah seseorang terpapar Covid-19 (virus Corona) kini kian beragam. Mulai dari PCR swab, menggunakan perangkat tes rapid antigen yang diciptakan oleh Universitas Padjajaran, hingga lewat sampel embusan napas yang kemudian dideteksi dengan alat bernama GeNose temuan peneliti Universitas Gadjah Mada (UGM) Yogyakarta.

Selain itu, kini ada pula alat bernama i-nose c-19. Dengan alat ini deteksi terhadap Covid-19 bisa dilakukan dengan memakai sampel bau ketiak.

Menteri Riset dan Teknologi/Kepala Badan Riset Nasional (Menristek/BRIN), Bambang Brodjonegoro mengatakan, i-nose c-19 ini merupakan inovasi dari para ilmuwan di Institut Teknologi Sepuluh Nopember (ITS).

Alat ini menggunakan teknologi kecerdasan buatan atau artificial intelligence.

"I-nose dari ITS alat pendeteksi melalui sampel bau ketiak yang diproses dengan kecerdasan buatan atau artificial intelligence,” kata Bambang pada Rapat Koordinasi Riset dan Inovasi Nasional Tahun 2021 di Graha Widya Bhakti Puspiptek, Serpong, Tangerang Selatan, Kamis (28/1).

Selain UGM dan ITS yang mengembangkan GeNose dan i-nose c-19, sejumlah lembaga dan perguruan tinggi kini juga terus melakukan pengembangan teknologi yang terkait dengan penanganan Covid-19.

Penemuan-penemuan ini dikembangkan dalam konsorsium Covid-19 yang berguna untuk mendorong hasil inovasi anak bangsa.

”Berbagai produk hasil riset dan inovasi konsorsium Covid-19 terus dikembangkan dengan mempertimbangkan 4T. Testing, tracing, tracking, dan treatment. Dilakukan dengan sistemik,” ucap Bambang.

Terkait i-nose c-19, temuan ini diklaim menjadi alat pertama di dunia yang mampu mendeteksi Covid-19 melalui bau keringat ketiak.

Halaman
1234
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved