Breaking News:

Berita Sungailiat

Riko Bantah Temui Pengusaha Gunakan Lencana Berlogo PWI, Hanya Untuk Foto Profil Medsos Saja

Riko, wartawan media online terbitan Kalimantan, warga Kelurahan Srimenanti Kecamatan Sungailiat  yang mengaku berfoto

Penulis: edwardi | Editor: nurhayati
Bangkapos.com/Edwardi
Riko, wartawan media online terbitan Kalimantan, warga Kelurahan Srimenanti Kecamatan Sungailiat yang mengaku berfoto seolah sebagai wartawan anggota PWI (Persatuan Wartawan Indonesia) dengan modal lencana/pin berlogo PWI di kalungkan di leher di medsosnya 

BANGKAPOS.COM , BANGKA -- Riko, wartawan media online terbitan Kalimantan, warga Kelurahan Srimenanti Kecamatan Sungailiat  yang mengaku berfoto seolah sebagai wartawan anggota PWI (Persatuan Wartawan Indonesia) dengan modal lencana/pin berlogo PWI dikalungkan di leher yang diposting di medsosnya mengungkapkan memang benar bukan sebagai anggota PWI.

"Pin itu milik teman saya, saya hanya pinjam untuk foto saja. Kata teman saya pin itu dibelinya via online dari toko asal Bandung Jawa Barat. Jadi siapa saja bisa membeli pin berlogo  PWI itu secara bebas via online," kata Riko kepada Bangkapos.com, Sabtu  (30/01/2021) di Sungailiat.

Menurutnya selama memegang pin berlogo PWI itu tidak pernah menemui pengusaha manapun dan tidak pernah saat bekerja sebagai wartawan mengaku sebagai anggota PWI menggunakan pin itupun, karena pin itu hanya digunakan untuk  berfoto saja yang dipasang  di foto profil medsos pribadi.  

"Tolong sebutkan siapa pengusaha itu, silahkan dipertemukan langsung kepadanya untuk diklarifikasi. Saya siap dipertemukan dengan pengusaha itu," ujar Riko.

Menurutnya bisa saja ada orang lain yang menggunakan pin berlogo PWI yang sama yang menemui pengusaha itu, karena pin berlogo PWI itu dijual bebas di toko online, siapa saja bisa memilikinya dengan membeli di toko online.

"Mungkin saya ini hanya kena getahnya saja, kena sialnya saat berfoto menggunakan kalung pin berlogo PWI di medsos saya lalu dikira pihak tertentu sudah menyalahgunakan pin itu untuk hal-hal yang tidak beretika," kata Riko yang ditemani istrinya.

Diungkapkan Riko saat ini bekerja sebagai wartawan media online mentarikatulistiwa.com terbitan Kalimantan. Sebelumnya juga pernah bergabung di media  online cakraabangsa.com dan media cetak 86.

"Selain sebagai wartawan saya juga bekerja sebagai ahli pengobatan alternatif, seperti orang sakit stroke, kerasukan dan berbagai macam penyakit lainnya.  Saya sudah keliling Pulau Bangka mengobati orang yang sakit bahkan pernah  sampai ke Palembang untuk membantu mengobati orang sakit. Saya saat mengobati orang sakit tidak pernah dan tidak boleh menyebutkan tarif atau bayaran, saya ikhlas menolong orang dan terserah orang itu mau memberi saya atau tidak terserah kerelaannya," ungkap Riko.

Diakuinya akibat peristiwa ini banyak teman-teman dan orang yang sudah diobatinya menanyakan hal itu lewat telepon apakah benar atau tidak, sehingga saya merasa perlu untuk melakukan klarifikasi fakta yang terjadi sebenarnya di lapangan.  

Soal ketidakhadiran Riko saat diundang pertemuan dengan Ketua PWI Kabupaten Bangka, Zuesty Novyanti dan pengurus lainnya di Hutan Kota Sungailiat, Rabu (27/01/2021) sore untuk klarifikasi , menurutnya tidak hadir karena sebelumnya diberitahukan oleh pengurus PWI bahwa ia hanya boleh datang sendirian saja, termasuk istri juga tidak boleh.

"Karena itulah istri saya juga melarang saya hadir ke pertemuan itu karena saya hanya boleh sendirian. Soal akan meminta bantuan pengacara itu baru wacana saja atau baru bersifat konsultasi hukum saja, tidak ada saya akan bawa pengacara," imbuh Riko.

Diketahui sebelumnya rencana pertemuan pengurus PWI Kabupaten Bangka dengan  Riko, warga Kelurahan Srimenanti Kecamatan Sungailiat Kabupaten Bangka yang mengaku sebagai wartawan berfoto profil dengan lencana/pin berlogo PWI di Hutan Kota Sungailiat, Rabu (27/1/2021) sore gagal.

Pasalnya Riko yang semula akan hadir didampingi pengacaranya hingga ditunggu 3 jam lamanya ternyata tidak muncul juga.

Baca juga: Ngaku Wartawan Oknum Warga Pakai Lencana PWI, Pengurus PWI Bangka Tiga Jam Tunggu Pelaku Tak Datang

Ketua PWI Kabupaten Bangka Zuesty Novyanti mengatakan pertemuan untuk mengklarifikasi soal  penggunaan  lencana  berlogo PWI  oleh  Riko yang didampingi pengacaranya belum ada hasil karena yang bersangkutan tidak hadir di Hutan Kota Sungailiat.

"Selama tiga jam kita menunggu kedatangannya di Hutan Kota Sungailiat dan ternyata yang bersangkutan tidak hadir tanpa ada pemberitahuan," kata Esty, sapaan akrabnya Zuesty Novyanti, Kamis (28/01/2021).

Diungkapkan Esty, sebelum pengurus PWI Kabupaten Bangka Ardam sudah sempat bertemu dengan Riko yang didampingi istrinya.

"Pengakuan yang bersangkutan bahwa lencana yang dimaksud bukan punya dia tetapi punya temannya, yang bersangkutan hanya memakai untuk berfoto saja," ungkap Esty.

(Bangkapos.com/Edwardi)

Sumber: bangkapos.com
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved