Breaking News:

Joao Cancelo, Sosok Pembeda yang Bikin Manchester City Comeback di Piala FA

Joao Cancelo, menjadi sosok pembeda saat Manchester City melakukan comeback di Piala FA belum lama ini.

Tribunnews
Joao Cancelo, Sosok Pembeda yang Bikin Manchester City Comeback di Piala FA. 

Joao Cancelo, Sosok Pembeda yang Bikin Man City Comeback di Piala FA

BANGKAPOS.COM - Keputusan Pep Guardiola memasukkan Joao Cancelo di 13 menit terakhir saat Manchester City tertinggal 0-1 dari Cheltenham pada lanjutan Piala FA (23/1/2021) lalu, menjadi salah satu tonggak yang menunjukkan betapa pentingnya peran bek serba-bisa asal Portugal ini.

The Citizens seperti mati kutu menghadapi pertahanan ketat, dan serangan balik tajam tim divisi dua dalam babak keempat Piala FA itu.

City memang mendominasi permainan, melakukan banyak serangan, tapi selalu sulit menembus area kotak penalti lawan.

Yang ada, Cheltenham cetak gol lewat aksi Alfie May di menit ke-56.

Di menit ke-77, Guardiola pun memasukkan Cancelo menggantikan Benjamin Mendy.

Dan dia langsung menjadi pembeda.

Ini bukan upaya mengglorifikasi peran bek berusia 27 tahun ini.

Namun, faktanya memang, ketika Cancelo masuk, serangan City pun menjadi lebih bervariasi.

Menit ke-81, Cancelo dengan cerdik melepaskan umpan melayang yang disambut
dengan sempurna pula oleh Phil Foden.

Kebuntuan pecah, dan setelah gol dua gol tambahan pun tercipta untuk kemenangan City 1-3.

Keputusan Guardiola memasukkan Cancelo terbukti jitu.

Dan uniknya, di laga itu terlihat jelas pemain asal Portugal ini lebih berperan sebagai gelandang serang ketimbang menjadi bek sayap.

Dia dengan berani, dan percaya diri ikut maju membantu penyerangan.

Diketahui kemudian, Guardiola memang memberikan perintah ekstra kepadanya untuk tampil lebih ofensif membantu penyerangan. Jadilah kini sang bek masuk dalam jajaran pemain paling ofensif di City.

Ini terbukti dari rangkuman statistik di situs Whosecord. Hanya Kevin De Bruyne dan Riyad Mahrez yang berhasil melakukan operan kunci lebih banyak per pertandingan Liga Premier daripada Cancelo (1,9).

Menempatkannya di depan playmaker konvensional di Foden dan Ilkay Gundogan.

Dia juga rata-rata mencetak lebih banyak dribel per pertandingan (1,6) daripada mayoritas rekan setimnya, dengan Raheem Sterling dan De Bruyne unggul tipis di depannya dalam metrik itu.

Pertanyaannya, kenapa Cancelo baru bersinar musim ini, dan melempem musim lalu, saat baru bergabung dari Juventus dengan mahar transfer senilai 65 juta euro (sekitar Rp1,1 triliun)?

Pada awal kedatangannya di Stadion Etihad, Cancelo diprediksi akan menjadi pesaing serius Kyle Walker untuk posisi bek sayap kanan utama tim.

Akan tetapi, pada musim debutnya bersama City, 2019-2020, Cancelo kalah saing, dan pos tersebut tetap diisi oleh Walker.

Dijelaskan oleh Guardiola, Cancelo memang sempat kesulitan pada awal kedatangannya ke Manchester.

"Dia tiba musim lalu dan awalnya dia bingung. Dia mengharapkan sesuatu yang tidak bisa kami tawarkan kepadanya. Musim lalu dia sedikit kesulitan dengan klub baru dan sekarang dia punya lebih banyak waktu dan membantu kami melakukan sesuatu yang kami butuhkan," tutur Guardiola menambahkan.

Cancelo awalnya mengira akan bermain layaknya fullback modern seperti yang biasa diperankan di klub-klub lain sebelumnya.

Dengan kecepatan tinggi yang dimiliki, ia berharap bisa sesering mungkin melakukan overlap untuk membantu serangan dari sisi sayap, dilanjutkan dengan melepaskan umpan silang.

Namun, pola bek sayap konvesional itu sepertinya tak berlaku bagi Guardiola. Pelatih Catalan ini ingin para bek sayapnya tak terlalu overlap dari sayap.

Alih-alih ingin para wingback mengintervensi ke tengah hingga sejajar dengan gelandang bertahan (menjadi inverted fullback).

Tujuannya, selain membantu daya serang dari tengah, juga untuk ikut membantu mengantisipasi serangan balik lawan.

Musim lalu, seperti dianalisis oleh Guardiola, Cancelo sepertinya masih bingung dengan pola ini. Musim ini, sang bek sudah lebih dari paham. Bahkan sudah masuk dalam kategori mahir.

Cancelo sudah fasih bergerak membantu lini tengah.

Kemampuan teknik dan taktik yang baik dari Cancelo membuat ia mampu bermain di peran ini dengan baik.

Cancelo bahkan sempat dimainkan sebagai gelandang tengah oleh Guardiola pada laga melawan Arsenal bulan Oktober silam dan pertandingan menghadapi Newcastle akhir tahun lalu.

Di mata mantan Kapten Manchester United, Gary Neville, Cancelo bisa menjadi aset berharga bagi The Citizens di masa depan.

Cancelo pernah bekerja di bawah komando Neville saat keduanya bernaung di Valencia.

"Saya melatihnya di Valencia di periode saat saya berada di sana," kata Neville. "Saya harus bilang bahwa saya benar-benar menyukainya."

"Dia saat itu masih sangat muda dan baru mencuat ke permukaan. Akan tetapi saya memainkannya di setiap pertandingan, terkadang sebagai winger kanan," kenang Nevilla.

"Dia sangat muda kala itu, akan tetapi menunjukkan performa brilian. Sisi atletisnya, kualitasnya, antusiasmenya untuk bermain sepak bola, benar-benar fantastis. Saya selalu mencermati, dia pernah bermain untuk klub-klub besar. Dia pergi ke Juventus, juga pernah membela Inter Milan," kata Neville.

Kini, Cancelo adalah pilihan nomor satu Guardiola. Dia telah 14 kali bermain sebagai starter di Liga Primer. Dan jika tampil konsisten, sepertinya sulit untuk digantikan lagi. (Tribunnews/den)

Editor: M Ismunadi
Sumber: bangkapos
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved