Breaking News:

Berita Pangkalpinang

Harga Cabai Naik, Pedagang Makanan Berbahan Sambal Utamakan Kualitas, Akui Keuntungan Lebih Tipis

Kenaikan harga cabai beberapa pekan ini membuat para Usaha Mikro Kecil Menengah  (UMKM) khususnya yang bergerak di bidang kuliner.

Bangkapos.com/Sela Agustika
Resya pedagang makanan saiap-saiap patah. 

BANGKAPOS.COM , BANGKA -- Kenaikan harga cabai beberapa pekan ini membuat para Usaha Mikro Kecil Menengah  (UMKM) khususnya yang bergerak di bidang kuliner harus merasakan dampaknya. Apalagi bisnis makanan yang banyak menggunakan bahan baku cabai.

Resya satu diantara pedagang makanan saiap-saiap patah yang menggunakan sambel berbahan baku cabai ini mengaku dengan harga cabai saat ini keuntungan yang didapat lebih sedikit dari biasanya.

"Tentunya harga cabai naik ini ada pengaruhnnya, terutama dari segi keuntungnya lebih tipis dari biasanya,"ucap Resya.

Meskipun harga cabai tinggi, dia tetap konsisten dalam hal penyajian bahan baku, bahkan sama sekali tidak mengurangi jumlah cabai yang digunakan.

"Harga cabai emang lah naek dari awal tahun, tetapi kita utamakan disini kualitas dari awal usaha. Jadi meski harga tinggi Alhamdulillah kualitas dak dikurangken. Karena itu akan berpengaruh kuat dalam pasaran, terutama untuk menjamin kepada pelangan," kata Resya kepada Bangkapos.com, Senin (01/02/2021).

Dia mengungkapkan keuntungan yang didapatkan saat ini berada pada kisaran Rp 100.000 hingga Rp 300.000 per harinya.

"Kalau biasanya bisa keuntungan bisa lebih dari ini. Kadang juga selama pandemi cuman Rp 90.000, tetapi Alhamdulillaah untuk modal selalu tercukupi," ujarnya.

Hal yang sama juga dilakukan oleh bisnis ayam geprek. Pengelola Ayam Geprek Gold Chick Alpian menyebutkan bahwa pihaknya tidak mengurangi jumlah cabai yang digunakan.

"Karena kita ini bisa request level tingkat pedasnya jadi tidak berpengaruh dan tidak ada pengurangan. Paling untuk yang tidak reques level jumlah cabai yang kita sediakan memang porsiny sambalnya standar," kata Alpin.

Diakuinya dengan harga cabai yang tinggi  ini memang sedikit pengaruh terhadap keuntungan, khususnya bisnis yang bayak menggunakan bahan baku cabai.

Halaman
123
Penulis: Sela Agustika
Editor: nurhayati
Sumber: bangkapos.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved