Breaking News:

Megawati Kenang Gelar Bung Karno dari NU: Hasto Kristiyanto Jawab Gus Miftah Soal PDIP Anti Ulama

Momen peringatan hari lahir (Harlah) ke-95 Nahdlatul Ulama (NU) kemarin turut dihadiri Ketua PDIP Megawati Soekarno Putri.

Editor: Dedy Qurniawan
Tribunnews.com/ Chaerul Umam
Megawati Kenang Gelar Bung Karno dari NU: Hasto Kristiyanto Jawab Gus Miftah Soal PDIP Anti Ulama - etua Umum DPP PDI Perjuangan (PDIP) Megawati Soekarnoputri 

Awalnya Gus Miftah mempertanyakan bagaimana PDIP melihat soal hadirnya kelompok intoleran.

Menjawab pertanyaan tersebut, Hasto mengatakan bahwa Ketua Umum PDIP Megawati Soekarnoputri selalu mengajarkan kader partai untuk berpolitik dengan keyakinan, menebar kebaikan, dan santun.

Maka terhadap kelompok intoleran, PDIP memilih bahwa peran negara yang harus benar-benar muncul.

Menurutnya negara Indonesia sejak awal dibangun untuk semua.

"Bagaimana negara kita dibangun untuk semua. Dan itu diatur jelas di sila ketiga persatuan indonesia. Yang intinya adalah kebangsaan. Kebangsaan itu intinya semua sama, punya hak dan kewajiban yang sama," kata Hasto.

"Ketika Indonesia merdeka, tak ada itu dibeda-bedakan, apa sukumu, apa agamamu, apa status sosialmu, apa jenis kelaminmu. Setiap warga negara sama. Semua sama. Maka itulah yang dikembangkan oleh PDI Perjuangan, sikap toleran sebagai penjaga Pancasila," lanjut Hasto.

Lantas, Gus Miftah mempertanyakan PDIP yang kerap dianggap partai anti-ulama.

"Tapi kan selama ini PDI Perjuangan disebut antiulama?" tanya Gus Miftah.

"Tak ada itu. Buktinya banyak kepala daerah kami dari elemen keagamaan seperti NU. Tak ada kebenaran istilah PDI Perjuangan itu Anti-Islam atau pelaku kriminalisasi ulama," jawab Hasto.

Hasto menjelaskan, yang harus dipahami adalah bahwa dahulu pernah ada proses de-Soekarnoisasi di mana segala sejarah soal Bung Karno ditutup rapat.

Halaman
1234
Sumber: Tribunnews
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved