Breaking News:

Isu Kudeta Partai Demokrat

AHY Ngaku Ada yang Mau Dikudeta, Moeldoko Nggak Keberatan Dipersoalkan Hingga Respon Mahfud MD

AHY Ngaku Ada yang Mau Dikudeta, Moeldoko Nggak Keberatan Dipersoalkan Hingga Respon Mahfud MD

Editor: Teddy Malaka
Tribunnews.com/ Theresia Felisiani
Kepala Staf Presiden (KSP) Moeldoko 

Keprihatinan itu dikemukakan Moeldoko karena dirinya merupakan bagian yang juga mencintai Partai Demokrat.

“Kalau (pertemuan -red) itu menjadi persoalan yang digunjingkan ya silakan, saya nggak keberatan,” ujarnya.

Moeldoko dalam video singkatnya kemudian memberi saran bagaimana sikap sebagai seorang pemimpin.

Menurutnya, menjadi pemimpin harus kuat, tidak mudah baperan dan terombang ambing. Tidak ditegaskan, pesan kepada pemimpin ini ditujukkan Moeldoko untuk siapa.

“Kalau anak buahnya nggak boleh kemana-mana ya diborgol aja anak buahnya. Dan istilah kudeta, kudeta itu dari dalam, masa dari luar,” ujarnya.

Sebelumnya Ketua Badan Pemenangan Pemilu (Bappilu) Partai Demokrat Andi Arief menyebut Kepala Staf Kepresidenan (KSP) Moeldoko  merupakan pejabat negara yang ingin mengambil kepemimpinan Partai Demokrat dari tangan Ketua Umum Agus Harimurti Yudhoyono (AHY). 

Hal itu diungkapkan Andi Arief melalui cuitan akun Twitter pribadinya, @Andiarief_, Senin (1/2/2021) malam.

"Banyak yang bertanya siapa orang dekat Pak Jokowi yang mau mengambil alih kepemimpinan AHY di Demokrat, jawaban saya KSP Moeldoko," ungkap Andi Arief.

Andi Arief juga menyebut alasan AHY berkirim surat kepada Jokowi meminta konfirmasi dan klarifikasi.

"Kenapa AHY berkirim surat ke Pak Jokowi, karena saat mempersiapkan pengambilalihan menyatakan dapat restu Pak Jokowi," ujarnya. (*)

Sumber: bangkapos.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved