Breaking News:

Advertorial

Bupati Bangka Tengah Yuliyanto Satin: Masyarakat Jangan Takut Divaksin

BUPATI Bangka Tengah, Yuliyanto Satin menjalani vaksinasi Covid-19 Sinovac di RSUD Bateng, Senin (1/2). Selain dirinya, ada sembilan unsur Forkopimda

FOTO: WIDODO
FOTO bersama Forkopimda Kabupaten Bangka Tengah setelah selesai dilakukan vaksinasi Covid-19 Sinovac di RSUD Bateng pada Senin (1/2/2021) 

BANGKAPOS.COM , BANGKA -- Bupati Bangka Tengah, Yuliyanto Satin menjalani vaksinasi Covid-19 Sinovac di RSUD Bateng, Senin (1/2). Selain dirinya, ada sembilan unsur Forkopimda Bateng yang juga divaksin.

Di antaranya, Ketua DPRD Bateng, Dandim 0413 Bangka, Kapolres Bateng, Kajari Bateng, Ketua Pengadilan Negeri Koba, Sekda Bateng, Kadinkes Bateng, Kepala Kemenag Bateng dan Ketua MUI Bateng.

Bupati Bateng, Yuliyanto Satin terlihat lebih santai ketika akan disuntik. Ia juga sempat memperlihatkan jika benda yang dipegangnya merupakan vaksin, bukan vitamin. Hal serupa lalu diikuti unsur Forkopimda lainnya.

Sebelumnya unsur Forkopimda ini dilakukan screening terlebih dahulu. Setelah selesai vaksinasi, peserta diberikan waktu selama 30 menit untuk merasakan apakah ada efek samping dari vaksin tersebut.

Namun, Yuliyanto memastikan tidak merasakan efek samping apa pun.

"Saya jujur sebelum divaksin sempat takut, ada kekhawatiran. Tetapi setelah dilakukan vaksin rasa itu hilang dan sirna, muncul rasa percaya diri dan saya lebih terlihat sehat walafiat. Maka dari itu saya mengimbau kepada seluruh elemen masyarakat yang sebentar lagi akan divaksin tidak usah ragu, takut karena vaksin ini halal dan tidak menimbulkan efek apapun. Kami berharap baik tenaga kesehatan atau elemen masyarakat jangan ada keraguan untuk divaksin," ucapnya.

Ia memastikan akan bertanggung jawab apa- bila terjadi apa-apa atas efek samping dari vaksin Covid-19 ini.

"Sesuai dengan janji, saya bersama Forkopimda yang akan bertanggung jawab jika terjadi pada kami atas efek samping vaksin itu. Namun saat ini kami sehat walafiat," tuturnya.

Yuliyanto menjelaskan vaksinasi bertujuan mengurangi penularan Covid-19, menurunkan angka kesakitan dan kematian akibat Covid-19, mencapai kekebalan kelompok di masyarakat dan melindungi masyarakat agar tetap produktif secara sosial dan ekonomi. Termasuk, dari sisi ekonomi akan jauh lebih hemat biaya dibandingkan dengan upaya pengobatan.

"Untuk menekan angka peningkatan kasus Covid-19, intervensi tidak hanya dari penerapan protokol kesehatan, namun diperlukan juga intervensi lain yang efektif untuk memutuskan mata rantai penularan penyakit, yaitu melalui upaya vaksinasi," jelas Yuliyanto.

Sekda Bateng, Sugianto berharap vaksinasi kepada Forkopimda ini, dapat menjadi contoh bagi masyarakat agar bersedia melakukan vaksinasi. "Kami harap ini menjadi contoh untuk masyarakat dan masyarakat tidak ragu untuk divaksin. Selain itu kami berharap untuk mempercepat penun tasan covid-19 di Kabunamun paten Bangka Tengah," jelas
Sugianto.

Hal senada disampaikan Kepala Dinas Kesehatan Bateng, dr Bahrun Siregar Sutrisno. Ia berharap dari contoh-contoh para Forkopimda yang divaksin hari in memberikan edukasi kepada masyarakat jika vaksin Covid-19 Sinovac aman dan halal. "Vaksin Covid-19 Sinovac ini untuk meningkatkan kekebalan tubuh manusia," kata Bahrun.

Ketua DPRD Bateng menambahkan vaksin Covid-19 Sinovac ini memang bertujuan untuk kebaikan semua. Dirinya juga mengimbau masyarakat bersabar dan jangan takut
di suntik vaksin.

"Saya berpikir ini seperti suntikan biasa, tetapi ada zat baru yang masuk ke tubuh dan saya percaya vaksin ini demi kebaikan kita. Kami juga mengimbau masyarakat yang mendapatkan jadwal vaksinasi pada tahap keempat jangan takut untuk disuntik vaksin," ujar Mehoa. (adv/t4/bow)

Editor: nurhayati
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved