Breaking News:

Berita Sungailiat

Hadiri Audiensi Bersama DPRD Bangka, PT GML Tampung 5 Poin Tuntutan Warga Sekitar Perkebunan

Abdul Nasir selaku perwakilan pihak PT mengaku akan membawa aspirasi masyarakat ke pihak manajemen. 

Penulis: | Editor: khamelia
(Ramandha)
Audiensi digelar DPRD Bangka, Selasa (2/2/2021) sore, bersama PT GML dan perwakilan masyarakat desa 

BANGKAPOS.COM, BANGKA - Usai menghadiri audiensi pihaknya bersama DPRD Kabupaten Bangka dan para kepala desa (Kades) terkait tuntutan masyarakat atas keberlangsungan aktivitas perkebunan PT GML, Selasa (2/2/2021) sore, Abdul Nasir selaku perwakilan pihak PT mengaku akan membawa aspirasi masyarakat ke pihak manajemen. 

Menurutnya, para kades di wilayah perkebunan telah menyampaikan beberapa poin tuntutan masyarakat setempat. Dimana, satu di antara poin yang menjadi tuntutan masyarakat perihal ketidak sesuaian besaran CSR Rp35 ribu per hektare (He) per tahun, akan segera disampaikannya kepada pimpinan PT GML.

"Itu mengenai CSR-nya. Kalau mengenai tenaga kerjanya kita akan sampaikan setiap rekrutmen tenaga kerja ke desa-desa, kedepannya. Kita utamakan masyarakat desa," jelasnya.

Ditanyai apakah sebelumnya pernah melakukan koordinasi perekrutan tenaga kerja ke pihak pemerintah desa (Pemdes), diakuinya hal itu pernah dilakukan. Namun, tidak secara tertulis.

"(Perekrutan) kita lakukan secara lisan saja. Kami butuh (bagian) ini, butuh ini dan butuh ini, begitu. Kalau sekarang, banyak yang lokal (tenaga kerja) yang ada di kita," katanya.

PT GML juga tetap memperkerjakan tenaga kerja luar daerah, akan tetapi di bagian yang jarang diminati masyarakat lokal, seperti pemanen sawit.

"Kalau pemanen, karena rata-rata orang kita tidak sanggup. Jadi, kita ambil dari luar," ucapnya.

Nasir juga mengakui, adanya kelalaian administrasi di antara sejumlah poin tuntutan masyarakat, terhadap pihaknya tersebut. Kedepannya, mewakili perusahaan, Nasir berjanji akan membenahi kelalaian itu.

Perihal besaran program CSR Rp35 ribu per He per tahun yang dipermasalahkan masyarakat, dikatakannya, hal ini sudah berdasarkan keputusan direksi.

"Kalau dikatakan sesuai atau tidak, kan tidak ada yang menyatakan harus berapa (CSR) itu. Rp35 ribu itu, berdasarkan keputusan direksi. Itu kita bagi keseluruhan sesuai dengan jumlah tanam yang ada di desa-desa," tutur Nasir.

"Jadi, jumlahnya tadi berupa uang tunai ada sekitar Rp418 jutaan yang kita bagikan ke masyarakat, 8 desa per tahun," lanjutnya.

Diketahui, terdapat sejumlah desa yang bersinggungan langsung dengan perkebunan milik PT GML ini, yakni Desa Bukit Layang, Desa Bakam, Desa Mabat, Desa Mangka dan Desa Dalil.

(Bangkapos.com/Ramandha)

Sumber: bangkapos.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved