Breaking News:

Berita Pangkalpinang

Sempat Kewalahan, BPBD Pangkalpinang Tambah Petugas Tim Pemakaman Pasien Covid-19

BPBD Kota Pangkalpinang sudah menambah tim untuk petugas pemakaman jenazah terkonfirmasi covid-19 yang awalnya hanya satu tim menjadi tiga tim.

Bangkapos.com/Andini Dwi Hasanah
Sekretaris BPBD Kota Pangkalpinang, Dedi Revandi 

BANGKAPOS.COM , BANGKA -- Sekretaris Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kota Pangkalpinang, Dedi Revandi mengatakan, sejak awal Januari lalu, BPBD Kota Pangkalpinang sudah menambah tim untuk petugas pemakaman jenazah terkonfirmasi covid-19 yang awalnya hanya satu tim menjadi tiga tim.

Menurut Dedi, hal ini dilakukan demi mengurangi beban tim, terkait angka kematian akibat Covid-19 meningkat sejak awal tahun ini.

"Untuk petugas kita BPBD petugas pemakaman kemarin satu tim, kita sering di backup oleh BPBD Provinsi. Tapi alhamdulillah sekarang kita sudah tiga tim, sudah mengurangi beban. Masing-masing tim 10 orang," ungkap Dedi kepada Bangkapos.com, Rabu (3/2/2021).

Ia mengatakan, peningkatan jumlah kasus meninggal akibat covid-19 sudah mulai terjadi di akhir Desember tahun lalu dan selama Januari 2021 pihaknya sudah memakamkan 32 orang pasien Covid-19.

"Pernah di awal Januari memakamkan 4 sampai 5 jam tiga jenazah. Dari rumah sakit menginformasikan ke kita ada jenazah terkonfirmasi dan dimakamkan secara protokol covid, mereka koordinasi ke kita dan kita siap, petugas pemakaman 24 jam," jelasnya.

Dedi menyebutkan, selain harus siap 24 jam, tantangan yang dihadapi tim pemakaman dalam melaksanakan tugas juga harus berhadapan dengan keluarga jenazah yang kerap kali tak ingin dimakamkan dengan protokol Covid-19.

"Kita memberi ruang kepada keluarga jika ingin ikut, kami persilahkan tetapi mereka harus mengenakan APD (alat pelindung diri) dan mengikuti arahan dari kami. Kami melaksanakan pemakaman sesuai dengan keyakinan dari pihak keluarga. Kami tetap berkoordinasi dulu dengan mengedepankan musyawarah," jelas Dedi.

Tidak hanya itu, kata Dedi tim juga kerap kesulitan mencari tempat pemakaman untuk jenazah terkonfirmasi ber-KTP luar Kota Pangkalpinang.

"Kadang ada kendala di situ, tempat pemakaman memang khusus warga di lingkungan sekitar. Kemarin dari luar  berdomisili di daerah tersebut, Alhamdulillah bisa memberi ruang pemakaman, yang satu kita cari lahan di mana pemkot masih ada aset tanah untuk pemakaman yang di Kampak," bebernya.

Dedi menambahkan, selain menjadi garda terdepan dalam proses pemakaman jenazah Covid-19, BPBD juga menjadi tempat perizinan ketika masyarakat ingin melaksanakan kegiatan yang mengundang massa.

"Rekomendasinya sudah ke kami setiap ada kegiatan dengan kerumunan masa kami akan melakukan pemantauan dan akan menempatkan petugas. Jadi masyarakat mengajukan permohonan melakukan kegiatan," ujarnya.

Dengan meningkatnya kasus Covid-19, Dedi mengimbau kepada masyarakat disiplin menjalankan protokol kesehatan dengan 3M, jaga sistem imun dengan makanan bergizi dan melakukan perilaku hidup bersih sehat.

"Terpenting juga covid bukan aib, jadi kalau ada keluarga, tetangga, temen atau siapalah, jangan dikucilkan kasih support mengangkat semangat mereka," pesan Dedi.

(Bangkapos.com/Andini Dwi Hasanah)

Penulis: Andini Dwi Hasanah
Editor: nurhayati
Sumber: bangkapos.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved