Breaking News:

Berita Pangkalpinang

Psikolog Sarankan Orangtua Lakukan Empat Cara Ini Agar Anak Senang Belajar Daring

Pandemi Covid-19 mempengaruhi berbagai sektor, terutama sektor pendidikan.

Ist/Dokumentasi Siska Dwi Paramitha
Siska Dwi Paramitha M. Psi, 

BANGKAPOS.COM , BANGKA -- Pandemi Covid-19 mempengaruhi berbagai sektor, terutama sektor pendidikan.

Para siswa masih harus melaksanakan School From Home (SFH) meskipun memang sudah ada beberapa sekolah yang melakukan tatap muka dengan berbagai aturan-aturan baru dan prokes yang ketat.

Psikolog sekaligus Dosen Bimbingan dan Konseling Pendidikan Islam (BKPI) IAIN SAS Bangka Belitung, Siska Dwi Paramita mengatakan memang saat ini tugas dalam pembelajaran masih berlanjut dengan pemberian tugas dan tentu juga membutuhkan bimbingan orangtua dirumah.

"Akses internet menjadi salah satu pilihan siswa dan orangtua dalam mencari jawaban di setiap tugas yang diberikan. Hal ini bukan hanya menjadi tantangan orangtua dan anak saja namun juga tantangan bagi para guru, yang setiap harinya harus mengumpulkan, mengecek dan memberi nilai dengan membaca satu per satu tugas yang telah dikirimkan oleh muridnya," ungkap Siska, Jumat (5/2/2021) kepada Bangkapos.com.

Ia menyebutkan, tentu orangtua menjadi lebih repot karena tugas sebagai orangtua bertambah dalam hal memberikan pengajaran dan pemahaman kepada anak mereka, belum lagi pekerjaan lainnya yang harus diselesaikan, pekerjaan rumah tangga maupun pekerjaan kantor bagi yang bekerja.

"Orangtua tidak hanya dituntut dapat mengendalikan emosi anak tetapi juga harus dapat mengontrol emosi diri sendiri," kata Siska.

Sejumlah pelajar melakukan kegiatan Pembelajaran Jarak Jauh (PJJ)
Sejumlah pelajar melakukan kegiatan Pembelajaran Jarak Jauh (PJJ) (KOMPAS.com/GARRY LOTULUNG)

Untuk itu Siska menyarankan ada empat cara yang bisa dilakukan, diantaranya:

1. Membuat kesepakatan bersama anak (contoh: pada jam berapa saja anak harus belajar dan bermain)

2. Meminta pasangan untuk dapat bekerja sama dalam membantu setiap pekerjaan rumah atau membimbing anak dalam belajar.

3. Buatlah satu spot khusus tempat belajar anak (meja dan kursi khusus belajar).

4. Orangtua wajib mengendalikan emosi lebih dulu, membangun suasana dan mood yang "happy" dulu, baru kemudian membimbing anak untuk belajar.

"Agar anak tetap mau mengerjakan tugasnya, tanamkan bahwa itu merupakan tanggung jawab mereka karena mereka yang bersekolah. Yakinkan pada anak bahwa orangtua akan senantiasa mendampingi dan membimbing dalam setiap tugas yang diberikan," jelas Siska.

Perlu diingat bahwa tugas orangtua adalah membimbing dan mengarahkan anak untuk dapat paham dengan pelajaran mereka, bukan dengan instan mencari jawaban dan meminta anak untuk langsung menjawab pertanyaan tanpa ada proses berpikir pada anak.

(Bangkapos.com/Cici Nasya Nita)

Penulis: Cici Nasya Nita
Editor: nurhayati
Sumber: bangkapos.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved