Breaking News:

Berita Pangkalpinang

Sampah di Beberapa Kelurahan Menumpuk, Wali Kota Pangkalpinang Dikomplain Warga Lewat WhatsApp

Wali Kota Pangkalpinang Maulan Aklil (Molen) mengatakan, armada angkut sampah  bukan diberhentikan tanpa alasan

Bangkapos.com/Andini Dwi Hasanah
Wali Kota Pangkalpinang Maulan Aklil (Molen) 

BANGKAPOS.COM , BANGKA --Wali Kota Pangkalpinang Maulan Aklil (Molen) mengatakan, armada angkut sampah  bukan diberhentikan tanpa alasan, namun roda tiga dinilai kurang efektif saja dengan hasil yang kurang maksimal.

Hal ini sampaikannya ,enyikapi permasalahan sampah yang menumpuk di beberapa kelurahan yang disebabkan diberhentikannya oprasional armada angkut roda tiga lima hari terakhir, 

"Sebetulnya ini bukan diberhentikan tetapi agar lebih efektif dan efisien saja, karena selama ini pengeluarannya lebih besar tetapi hasilnya kurang maksimal. Nah oleh sebab itu kami lebih mencoba untuk mengefektifkannya," jelas Molen kepada Bangkapos.com, Jumat (5/2/2021).

Diakui Molen, ia juga sejak kemarin kerap mendapat keluhan sampah yang menumpuk dari masyarakat melalui pesan whatsapp miliknya pribadi.

"Banyak juga yang Whatsapp langsung ke saya, mereka komplain sampah menumpuk, malah saya langsung kirimkan ke pihak kelurahan saat itu juga langsung diambil sampahnya, jangan ngoceh-ngoceh di facebook sampaikan kepada kami langsung kami sampaikan, selesai permasalahan," bebernya.

Menurut Molen, kedepannya pemerintah kota ingin lebih memaksimalkan oprasional armada angkut truk mini pink saja.

"Kita itu ingin memaksimalkan oprasional mobil pink dan meminimalkan pengeluaran yang ada supaya hasilnya lebih maksimal dan pengeluaran bisa lebih sekecil mungkin," jelasnya.

Dia menilai, wajar saja kalau awal-awal masih ada kekurangan dan belum terakomodir dengan baik.

"Kalau awal-awal ya pasti ada kekurangan disana sini, mensosialisasikannya kan baru, pelan-pelan nanti Insyaaallah dua sampai tiga minggu nanti sudah baik. Saya harap masyarakat mengerti nanti," sebutnya.

Ia mengaakan, nanti ke depan target persampahan akan tetap tercapai, hingga menjadi nilai tambah untuk Pendapatan Asli Daerah (PAD) Kota Pangkalpinang.

"Intinya kita ingin lebih efisien saja lah, jadi anggaranya juga lebih efisien dan pemasukan PAD kita lebih besar nantinya. Kalau masih ada kekurangan sampahnya belum juga diambil adukan ke kelurahan minta ambil langsung diambil pasti," pesan Molen.

(Bangkapos.com/Andini Dwi Hasanah)

Penulis: Andini Dwi Hasanah
Editor: nurhayati
Sumber: bangkapos.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved