Breaking News:

BPBD Kota Pangkalpinang Siapkan 117 Anggota Antisipasi Bencana

Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kota Pangkalpinang menyiagakan 117 anggota Satuan Reaksi Cepat (SRC) untuk menghadapi bencana.

Penulis: Andini Dwi Hasanah | Editor: M Ismunadi
bangkapos.com/dokumentasi
Sekretaris Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Pangkalpinang, Dedi Revandi. 

BPBD Kota Pangkalpinang Siapkan 117 Anggota Antisipasi Bencana

BANGKAPOS.COM, BANGKA-- Sekretaris Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kota Pangkalpinang, Dedi Revandi menyebutkan, pihaknya dari BPBD sudah menyiagakan 117 anggota Satuan Reaksi Cepat (SRC) untuk menghadapi kemungkinan bencana banjir di Kota Pangkalpinang.

"117 anggota Satuan Reaksi Cepat (SRC) ini standby apabila terjadi bencana banjir seperti tahun 2016 lalu, jadi memang sudah kita siapkan anggota kita agar banjir ditahun 2021 bila terjadi bisa cepat kita antisipasi," kata Dedi kepada Bangkapos.com, Minggu (7/2/2021).

Tak hanya itu, kata Dedi semua OPD hingga pihak Kecamatan pun sudah dimjnta untuk selalu besiap apabila terjadi banjir besar yang tidak diinginkan.

"Kalau itu kembali terjadi nanti posko-posko evakuasi akan disiapakan oleh pihak Kecamatan, dan para OPD juga sudah mempersiapakan jadi gerak cepat pemerintah kota sudah kita persiapkan sejak sekarang," ujarnya.

Dedi menyebutkan, kalau hanya genangan yang bersifat satu sampai dua jam sudah surut kembali dan masyarakat  masih bisa beraktivitas, BPBD hanya bersifat membantu masyarakat dalam membersihkan rumannya.

"Anggota kita Satuan Reaksi Cepat (SRC) akan turun ke lapangan langsung memantau setiap  kelurahan yang terjadi banjir, dan disitu kita siap membantu masyarakat untuk membersihakan rumah mereka, jangan ragu panggil anggota kita kalau memang butuhkan bantuan," sebutnya.

Dia menuturkan, setiap hari anggota yang piket ada 30an anggota, dan apabila terjadi hujan lebat selama 30 menit anggota piket langsung segera turun ke lapangan.

"Kalau hujan lebat sudah lebih dari 30 menit anggota yang piket harus turun, standby di lokasi untuk memantau daerah mana-mana saja yang kemungkinan ada genangan air yang akan masuk ke rumah warga. Disiitu peran mereka membantu evakuasi waega sekitar," jelasnya.

Dedi menambhakan, untuk tahap awal baru pendaatan saja belum ada bantuan yang bersifat materi.

"Nanti akan ada tim pendata juga, warga mana yang perlu bantuan, sehingga tim logistik kita mengeluarkan bantuan tapi itu kalau memang sudah dibutuhkan dan sudah berdasarkan aturan pengeluaran logistik," bebernya.

Dia menuturkan, kantor BPBD juga terbuka 24 jam dan masyarakat dapat menghubungi melalui Call Center 9111319 jika terjadi bencana.

"Karena cuaca seperti ini, kami menghimbau kepada masyarakat yang rumahnya di bantaran sungai untuk mengamankan dokumen-dokumen penting disimpan di tempat yang aman, ketika ada pengevakuasian setidaknya dokumen tadi sudah dapat diamankan. Kami akan standby 24 jam untuk membantu masyarakat," ucapnya.

(Bangkapos.com/Andini Dwi Hasanah)

Sumber: bangkapos.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved