Breaking News:

Berita Pangalpinang

Distribusi Gas Elpiji 3 Kg dalam Pengawasan, Terapkan Kartu Kendali melalui Cashless Payment BRIMOLA

Distribusi gas elpiji 3 Kg dalam pengawasan pemerintah. Tujuannya agar gas bersubsidi itu jatuh tepat pada sasaran, khususnya bagi masyarakat prasejah

istimewa
PT Pertamina bekerjasama dengan Pemprov Babel mengawasi distribusi LPG 3 Kg( Foto ist/ Pertamina) 

BANGKAPOS.COM, BANGKA -- Distribusi gas elpiji 3 Kg dalam pengawasan pemerintah. Tujuannya agar gas bersubsidi itu jatuh tepat pada sasaran, khususnya bagi masyarakat prasejahtera dan usaha mikro. Selain itu, pengawasan dilakukan agar distribusi gas ini sesuai harga eceran tertinggi (HET). 

Pengawasan ini dilakukan oleh PT Pertamina (Persero) Marketing Operation Region (MOR) II.

Upaya kali ini melalui kerja sama dengan Pemerintah Provinsi (Pemprov) Bangka Belitung (Babel) dan Bank Rakyat Indonesia (BRI), yaitu melalui penerapan kartu kendali melalui Aplikasi Cashless Payment dalam pengaturan distribusi epiji (LPG) ukuran 3 Kg. 

Melalui transaksi ini, distribusi elpiji 3 Kg diharapkan bisa termonitor secara baik sehingga konsumen tidak mengalami kesulitan untuk mencarinya.

Aplikasi Cashless Payment tersebut bernama BRI Monitoring Online LPG atau BRIMOLA yang bertujuan untuk memberikan kemudahan dalam kegiatan jual beli elpiji yang dilakukan oleh Pangkalan dan Agen Elpiji, terutama mengguakan aplikasi transaksi non-tunai atau cashless.

Nantinya semua warga yang akan melakukan transaksi pembelian epiji 3 Kg wajib menggunakan kartu kendali LPG (elpiji).

Pjs Unit Manager Communication, Relation & CSR MOR II , Agustina Mandayati, Minggu (7/2/2021) menjelaskan, penerapan kartu kendali melalui transaksi cashless payment ini, tujuannya agar pemberian subsidi bisa lebih jelas.

"Karena kita bisa lihat di register, siapa saja yang berhak menerima subsidi ini, data semakin akurat," kata Agustina Mandayati dalam rilisnya kepada Bangkapos.com, Minggu (7/2/2021).

"Melalui Cashless Payment sistem LPG ini, konsumen melakukan transaksi pemesanan maupun pembayaran LPG 3 Kg ke Pangkalan secara non tunai. Dengan sistem ini, kehandalan stok LPG di Pangkalan akan meningkat," tambahnya.

Sementara itu, peningkatan kehandalan stok ini disebabkan adanya kesesuaian antara jumlah tabung LPG elpiji dibeli sesuai yang dibayarkan dan dipastikan masyarakat membeli elpiji 3 Kg di Pangkalan resmi.

Keuntungan lainnya adalah, Pangkalan dapat mencatat transaksi secara akurat. Melalui transaksi ini juga dapat membantu menekan penyebaran Covid-19.

Uji coba transaksi cashless payment ini dilakukan di Pangkalan Yusti D. Sau, Kelurahan Batintikal, Kecamatan  Tamansari, Pangkalpinang pada Jumat (5/2/2021) kemarin, dihadirin langsung oleh Wakil Gubernur Abdul Fattah, Sales Area Manager Pertamina Sumsel Babel, Sadli Ario Priambodo, Ketua DPC Hiswana Migas Babel, Suhendra,  dan Executive Vice President Divisi Retail Payment, Dhoni Ramadi.

“Selain kepastian stok, kehadiran digitalisasi layanan distribusi ini juga akan memastikan konsumen mendapatkan LPG 3 Kg yang sesuai dengan harga eceran tertinggi (HET). Sehingga selain meningkatkan efisiensi rantai distribusi yang mempermudah para agen dan pangkalan, konsumen pun akan mendapatkan manfaat dari kehadiran Aplikasi BRIMOLA,” katanya. (Bangkapos.com/Rilis/Cici Nasya Nita)

Penulis: Cici Nasya Nita
Editor: Fery Laskari
Sumber: bangkapos.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved