Breaking News:

Liga Inggris Liverpool Vs Man City, Juergen Klopp Terancam Pemain Pujaan

Juergen Klopp adalah pengagum Ilkay Gundogan sejak lama. Namun malam nanti dia berharap Gundogan tidak dalam performa terbaik.

Editor: M Ismunadi
Tribunnews
Grafis Liverpool Vs Man City. Malam nanti, Juergen Klopp Terancam Pemain Pujaan. 

Liga Inggris Liverpool Vs Man City, Juergen Klopp Terancam Pemain Pujaan

BANGKAPOS.COM - Juergen Klopp adalah pengagum Ilkay Gundogan sejak lama.

Malam ini, pelatih Liverpool tersebut pastinya berharap gelandang Manchester City itu tak sedang dalam penampilan terbaik saat The Reds menjamu The Citizens dalam duel pekan ke-23 Liga Primer di Stadion Anfield, Minggu (7/2/2021) malam ini.

Klopp tahu benar kualitas gelandang serba bisa asal Jerman berusia 30 tahun tersebut.

Klopp sendiri yang ikut mengorbitkan Gundogan satu dekade silam.

Sepuluh tahun lalu, pelatih asal Jerman ini merekrut Gundogan, yang saat itu berusia 21 tahun dari Nuremburg ke Dortmund.

Gundogan jadi motor Dortmund mempertahankan gelar juara Bundesliga kala itu, termasuk juga mencetak gol penalti dalam kekalahan dari Bayern Muenchen dalam final Liga Champions.

Kini, Klopp bertemu kembali pemain favoritnya dalam saat yang salah.

Gundogan tengah menggila dan jadi pemain bintang The Citizens.

Dari sembilan laga terakhir City di Liga Primer, Gundogan mengemas tujuh gol untuk membantu The Citizens ke puncak klasemen sementara dengan 47 poin dari 21 laga.

"Ilkay salah satu pemain terbaik yang pernah saya tangani. Sejak dahulu dia sudah luar biasa. Sayang, dia banyak diinterupsi oleh cedera. Kini dia lebih berpengalaman lagi, lebih cerdas lagi. Dia sangat berbahaya," kata Klopp.

Gundogan memang jadi paket kejutan musim ini. Ketika David Silva hengkang, orang-orang menoleh kepada Phil Foden untuk jadi suksesor. Nyatanya, Gundogan yang melejit.

Ketika Kevin de Bruyne, dan Sergio Aguero absen karena cedera, Gundogan juga ternyata yang bisa menjadi andalan pelatih Pep Guardiola. Jadi playmaker, sekaligus juga menjadi pencetak gol terbanyak!

Selain itu, Gundogan juga yang diperkirakan akan jadi pembeda dalam big match ini. Fenomena yang terjadi dalam pertemuan tiga tim teratas musim ini adalah kurangnya gol sesuai ekspektasi pasar.

Ketiga duel yang melibatkan Manchester City, Liverpool, dan Manchester United berakhir seri musim ini, dengan dua di antaranya berakhir imbang 0-0.

Prediksi skor imbang 0-0 di big match ini juga sudah ramai mengemuka. Ini menjadi logis mengingat Liverpool belum pernah mencetak gol di tiga laga kandang terakhir di Liga Primer.

Sepanjang 348 menit, The Reds tanpa gol di kandang sendiri. Rekor terburuk mereka sejak Oktober 1984.

Ditambah lagi City hanya kebobolan 13 gol dari 21 laga di liga, dengan enam clean sheet di enam laga terakhir.

Di kubu City, rasio gol mereka juga agak menurun setelah sang mesin gol, Aguero, dan playmaker andalan, absen.

Gabriel Jesus, sang pengganti di lini depan, masih belum terlalu optimal.

Nah, dalam situasi seperti itulah, Gundogan berpotensi bisa jadi pembeda.

"Dia pemain cerdas dengan kualitas teknik istimewa. Saya memuja para pemain cerdas, karena mereka bisa melakukan pendekatan berbeda untuk memecahkan masalah di lapangan. Karena itulah Ilkay adalah pemain top dunia," kata Guardiola.

Bagi Liverpool, duel ini akan menjadi pertarungan hidup mati.

Jika kalah, secara realistis juara bertahan ini harus menepi dari perburuan gelar juara musim ini.

Liverpool saat di posisi empat klasemen sementara dengan 40 poin dari 22 laga, terpaut tujuh poin dari City, yang baru 21 kali bermain.

Selisih sepuluh poin, yang berpotensi jadi 13 poin sepertinya memang terlalu jauh untuk dikejar nantinya.

Namun, Liverpool mendapatkan suntikan tenaga yang sangat dibutuhkan menjelang big match ini.

Kiper andalan, Alisson sudah bisa di bawah mistar setelah absen karena sakit saat The Reds kalah 0-1 dari Brighton.

Striker Sadio Mane dan gelandang bertahan Fabinho juga sudah bisa merumput lagi usai absen karena cedera.

Kehadiran tiga pemain pilar di tiga lini berbeda ini benar-benar jadi kabar gembira untuk duel krusial ini.

Menurut mantan striker Liverpool, Peter Crouch duel di Anfield ini memang adalah laga final.

"Mereka harus memenangi laga tersebut untuk bisa berada di trek juara. Itu bagai laga final untuk Liverpool," kata Crouch.

"Liverpool harus bisa memecahkan masalah di lini serang untuk mencetak gol. Jika Salah sedang buntu, Mane dan Firmino harus sama-sama saling melengkapi," ujarnya. (TribunNetwork/den)

Sumber: Tribunnews
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved