Breaking News:

BREAKING NEWS

BREAKING NEWS : Cincin Emas Masih Melingkar di Jari Halimah Saat Ia Ditemukan Tewas

Hasil pemeriksaan pihak kepolisian dan dokter RSUD Depati Bahrin Sungailiat Bangka, Senin (8/2/2021), ditemukan selembar uang kertas Rp100.000 di

bangkapos.com
Barang Bukti Mayat Misterius, Halimah di Pantai Turun Aban Matras Diserahkan kepada Keluarganya. (Bangkapos.com/Edwardi) 

BANGKAPOS.COM , BANGKA -- Hasil pemeriksaan pihak kepolisian dan dokter RSUD Depati Bahrin Sungailiat Bangka, Senin (8/2/2021), ditemukan selembar uang kertas Rp100.000 di kantong baju korban, mayat misterius yang kemudian teridentifikasi bernama Halimah (64).

Di jari korban juga masih melingkar sebuah cincin emas.

Saat ditemukan, mayat perempuan ini masih mengenakan baju dan celana pendek, namun tidak ditemukan ada KTP atau tanda pengenal lainnya.

"Memang ibu mertua saya ini sehari-hari mengenakan jilbab dan saat meninggalkan rumah memakai celana panjang," kata Haris, anak menantu korban Halimah ditemui Bangkapos.com di Kamar Jenazah RSUD Depati Bahrin Sungailiat, Senin (8/2/2021).

"Soal cincin emas itu sebelumnya sempat diserahkan atau dititipkan ke istri saya (anak kandung korban -red)  untuk disimpan, namun beberapa hari ini diminta lagi oleh ibu untuk digunakannya," kata Haris.

"Itu cincin biasa tapi dari emas, bukan cincin kawin.  Ibu (korban -red)  sempat titipkan ke istri saya lalu diminta lagi untuk dipakainya kembali," tambah Haris.

Yang jelas, barang bukti berupa uang Rp100.000, cincin emas dan pakaian korban diserahkan petugas kepolisian kepada Haris, anak menantu korban untuk dibawa pulang.

Diketahui sebelumnya identitas mayat perempuan yang ditemukan di Pantai Turun Aban Kelurahan Matras Kecamatan Sungailiat Kabupaten Bangka, Senin (8/2/2021) ternyata bernama Halimah (64), Warga Desa Airuai Kecamatan Pemali Kabupaten Bangka.

"Beliau ini mengalami sakit lever, jantung dan penyakit organ dalam lainnya sudah cukup lama sehingga penyakit ini menganggu psikis atau kejiwaannya. Jadi sudah satu bulan ini beliau tinggal di rumahnya kami biar bisa merawat dan menjaganya, rencana ya hari ini beliau mau kami bawa berobat ke RSJ Subgailiat," ujar Haris.

Sebelumnya korban  memang ada meminta untuk diantarkan ke Pantai Matras, katanya ingin ke pantai supaya bisa menenangkan pikirannya namun kami tidak berani menurutinya karena khawatir soal kejiwaan beliau yang sedang terganggu takut apa-apa," tambah Haris.

Namun sejak malam tadi, Halimah memang gelisah tidak bisa tidur dan ia menunggu hingga Pukul 24.00 WIB baru tidur.

"Semua pintu rumah dan jendela sudah saya kunci rapat, namun sepertinya beliau menemukan kunci pintu  samping rumah sehingga beliau bisa keluar rumah melalui pintu samping ini.

"Pas kami bangun subuh terkejut melihat pintu samping rumah sudah terbuka dan ibu kami juga tidak ada di rumah, tapi kami memang sudah ada firasat kalau ibu pergi ke Pantai Matras sehingga kami menyusul dan mencarinya ke Pantai Matras namun kami tidak menemukannya dan ternyata beliau pergi ke Pantai Turun Aban," kenang Haris. (Bangkapos.com/Edwardi)

Penulis: edwardi
Editor: Fery Laskari
Sumber: bangkapos.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved