Breaking News:

Berita Kriminalitas

Dandim Tegaskan Tak Ada Uang Koordinasi di Lokalisasi, Oknum Ormas dan Oknum Wartawan Tak Bekutik

Komandan Kodim (Dandim) 0413/BANGKA, Kolonel Inf Pujud Sudarmanto, memanggil tiga pengurus oknum ormas dan satu orang oknum wartawan

Penulis: Yuranda | Editor: nurhayati
bangkapos.com/Edwardi
Dandim 0413 Bangka Kolonel Inf Pujud Sudarmanto 

BANGKAPOS.COM , BANGKA -- Komandan Kodim (Dandim) 0413/BANGKA, Kolonel Inf Pujud Sudarmanto, memanggil tiga pengurus oknum ormas dan satu orang oknum wartawan untuk hadir di Makodim, pada Senin (8/2/2021) pagi.

Pemanggilan ini, dilakukan lantaran nama dandim, dicatut dan sempat disebut-sebut oleh oknum ormas dan oknum wartawan itu, dalam dugaan kasus pungutan liar yang terjadi di lokalisasi Paritenam, Bacang, Bukitintan, beberapa waktu lalu.

Dalam pemanggilan tiga orang tersebut diantaranya, Fahrizan selaku Ketua Ormas Pemuda Pancasila (PP) Kota Pangkalpinang, Ahmad Wahyudi alias Yudi Kudok selaku Humas PP sekaligus oknum wartawan dan Satria selaku pemungut iuran bulanan yang diduga pungutan liar itu.

Selain memanggil tiga oknum yang diduga sebagai terlapor dalam kasus ini.

Dandim juga mengundang beberapa wartawan untuk mendengarkan secara langsung bahwa dirinya tidak pernah menerima uang koordinasi, seperti yang disebut-sebut oleh oknum ormas dalam video yang sempat viral di media sosial Facebook.

Mengenakan baju putih kaos, dengan setelah celana jeans panjang warna abu-abu tua, serta mengenakan masker, Fahrizan duduk persis disebelah kanan, Kolonel Inf Pujud Sudarmanto.

SW Pemilik Kafe Paritenam Beberkan Dugaan Pungli, Minggu Depan Polisi Panggil Terlapor

Dugaan Pungli Oknum Ormas, Penyidik Polsek Bukitintan Panggil Tiga Orang Saksi Lokalisasi Parit Enam

Kata Wakil Ketua MPW Pemuda Pancasila Soal Laporan Dugaan Pungli & Penipuan di Lokalisasi Paritenam

3 Oknum Pemuda Pancasila, 1 Oknum Wartawan Dilaporkan ke Polisi Diduga Pungli Lokalisasi Paritenam

Fahrizan tak banyak bicara, saat dandim memberikan penjelasan.

Ditegaskan dandim ia tidak pernah berbuat, seperti apa yang dilontarkan oleh oknum tersebut di lokalisasi itu.

"Saya dituduh oleh nerima uang seperti itu. Apakah ada saya main timah, pernah dengar Dandim main timah, main timah uangnya lebih besar dari pada uang-uang itu (lokalisasi-red)," tegas Kolonel Inf Pujud Sudarmanto

"Apalagi pe rwisma hanya satu juta, perbulan berarti saya dapat berapa, kalau saya dapat, kalau saya main timah banyak saya dapat, tapi sampai saat ini saya tidak main timah," ungkap Kolonel Inf Pujud Sudarmanto , melontarkan pertanyaan kepada wartawan dan oknum yang berada di ruangah pertemuan di Makodim, Senin (8/2/2021)

"Siap," kata Fahrizal, serta diikuti oleh semua yang berada di ruang pertemuan di Makodim saat itu.

"Saya sampaikan di pagi hari ini, saya tidak ada sepeserpun menerima uang dari lokalisasi tersebut, tidak ada sepeserpun, serupiah pun tidak ada," tegas Kolonel Inf Pujud Sudarmanto kembali, terlihat semua yang hadir  mengangguk, tanda setuju dengan, temasuk, Fahrizan, Yudi Kodok, Satria dan wartawan yang diundang untuk mendengarkan penyataan tersebut.

"Tidak benar itu apa yang disampaikan, jujur saya kecewa. Demi Allah, saya tidak pernah menerima uang koordinasi itu, sepersen pun saya tidak pernah menerima, tidak serupiah pun," tegas dandim dihadapan oknum ormas dan oknum wartawan serta beberapa wartawan yang hadir.

Setelah, mendengar penjelasan dandim, keempat orang wartawan media online dan cetak, mewawancarai terkait permasalahan dugaan pungli yang mencatut nama dandim itu.

Halaman
12
Sumber: bangkapos.com
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved