Breaking News:

Penyelidik Kasus Perselingkuhan Donald Trump Terancam Hukuman Mati, Apabila Hal Ini Terbukti

Seorang pengacara untuk satu saksi kunci menggambarkan penyelidikan seperti orang mati.

TRIBUNNEWS/BIRO PERS
Presiden Joko Widodo berbincang dengan Presiden Amerika Serikat Donald Trump (tengah) saat hendak berfoto bersama pimpinan negara-negara peserta KTT G-20 di Hamburg, Jerman, Jumat (7/7/2017). 

BANGKAPOS.COM---Penyelidikan federal atas uang tutup mulut yang dibayarkan untuk menutupi kasus perselingkuhan mantan Presiden Donald Trump terancam mati.

Apalagi, belum kembali dibuka, meskipun tidak lagi memiliki perisai hukum kepresidenan, lapor The Associated Press (AP), pada Minggu (7/2/2021) 

Keluarnya Trump dari Gedung Putih bulan lalu memicu spekulasi bahwa jaksa penuntut AS mungkin menghidupkan kembali penyelidikan.

Apalagi, Trump telah mengirim mantan pengacaranya, Michael Cohen, ke penjara.

Trump sendiri telah secara terbuka diselidiki oleh jaksa penuntut umum.

Trump dinilai terlibat dalam kejahatan keuangan kampanye Cohen selama pencalonannya pada tahun 2016.

Tetapi beberapa orang yang terlibat dalam kasus ini mengatakan kantor pengacara AS di Manhattan tidak melakukan tindakan seperti itu.

Bahkan, sepertinya tidak akan melakukannya untuk selanjutnya.

Seorang pengacara untuk satu saksi kunci menggambarkan penyelidikan seperti orang mati.

Dia menambahkan jaksa bahkan telah mengembalikan bukti tertentu yang mereka kumpulkan.

Halaman
1234
Editor: M Zulkodri
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved